Surabaya (beritajatim.com) – Stunting menjadi salah satu masalah terhadap kurang gizi kronis yang berlangsung dalam kurun waktu lama. Dampak dari stunting adalah gangguan pertumbuhan seperti tinggi badan anak lebih pendek dari standar usia pada umumnya biasanya disebut dengan kerdil.
Meskipun begitu, ada kondisi tubuh anak yang disebabkan oleh faktor keturunan genetik dari orang tua sehingga tidak dapat dilakukan pencegahan. Namun, kerdil karena stunting masih dapat diatasi.
Ada beberapa faktor penting yang berpengaruh dengan stunting pada anak:
Kebutuhan Gizi dan Pola Makan
Hal yang paling terlihat mengenai penyebab stunting karena kebutuhan gizi yang kurang tercukupi dengan baik dari segi komposisi maupun kualitas. Standar makan bergizi adalah 5 sehat dan 4 sempurna. Tentu saja ini bukan sebuah slogan, namun panduan untuk memenuhi kebutuhan anak-anak. Pasalnya masa pertumbuhan lebih baik mendapatkan protein yang cukup serta diimbangi dengan buah dan sayur.
Cara Mendidik
Ketika gizi sudah seimbang, kebiasaan atau pola hidup harus tetap dibangun sejak dini. Stunting berpengaruh pada aspek perilaku ketika pola asuhnya sembarangan maka gizi sempurna akan berjalan kurang maksimal.
Pentingnya sejak kecil akan mendapatkan edukasi mengenai reproduksi dan gizi untuk mempersiapkan mereka pada masa remaja dan dewasa. Bagi perempuan tentu penting memahami tentang pemenuhan gizi ketika hamil, stimulasi janin, hingga memeriksakan kandungan secara rutin.
Perhatikan ASI
Biasanya ketika bersalin di fasilitas kesehatan, ibu akan melakukan inisiasi menyusu dini (IMD). Tujuannya supaya bayi mendapat colostrum air susu ibu (ASI). Usahakan selama 6 bulan, bayi hanya mendapatkan ASI saja.
Saat usia dua tahun, ASI masih boleh dilanjutkan tapi dimbangi dengan makanan pendamping ASI. Penting untuk selalu memantau tumbuh kembangnya dengan rutin cek kesehatan di Posyandu setiap bulan.
Imunisasi
Pentingnya memberikan imunisasi pada anak sehingga mereka lebih kebal dengan penyakit. Namun tetap perhatikan bahwa imunisasi yang dilakukan terjamin aman, dianjurkan ke Posyandu atau Puskesmas. Selain itu, penting untuk menanamkan pada mereka membiasakan cuci tangan pakai sabun dan air mengalir dan buang air besar pada tempatnya. (ian)






