Blitar (beritajatim.com) – Meski berstatus sebagai Ketua Komisi I DPRD Kota Blitar, Nuhan Eko Wahyudi memilih tetap berangkat ke acara peringatan 1 abad NU di Sidoarjo Jawa Timur. Anggota DPRD Kota Blitar itu berangkat bersama 1375 Nahdliyin lainnya.
Nuhan berangkat bersama rombongan warga pada Senin malam (06/02/23). Ketua Komisi I DPRD Kota Blitar itu sengaja berangkat ke Sidoarjo sebagai bentuk cintanya terhadap Nahdlatul Ulama.
Politisi PPP tersebut mengaku antusias dan senang ikut berbaur bersama warga untuk memeriahkan Peringatan 1 abad Nahdlatul Ulama. Sebagai warga NU, Nuhan ingin menunjukkan rasa cintanya dengan ikut memeriahkan peringatan 1 abad Nahdlatul Ulama yang digelar di Sidoarjo.
“Berangkat bersama rombongan Senin malam, Seneng aja ikut memeriahkan acara 1 Abad NU di Sidoarjo jadi saya berangkat,” kata Nuhan Eko Wahyudi, Ketua Komisi I DPRD Kota Blitar, Selasa (07/02/23).
Ketua Komisi I DPRD Kota Blitar tersebut memiliki cerita unik selama dirinya mengikuti peringatan 1 abad NU di Sidoarjo. Nuhan yang saat itu tiba di sekitar lokasi Stadion Gelora Delta Sidoarjo, memilih untuk bermalam di masjid Perumahan Mutiara.
[berita-terkait number=”3″ tag=”kota-blitar”]
Nuhan bersama beberapa Nahdliyin beristirahat di masjid yang berjarak 2,2 Kilometer dari Stadion Gelora Delta Sidoarjo tersebut. Tanpa gengsi Nuhan dan beberapa Nahdliyyin pun memutuskan beristirahat sejenak di Masjid tersebut tanpa menggunakan alas.
Nuhan hanya menggunakan tasnya untuk digunakan sebagai bantal tidur. Di masjid tersebut Ketua Komisi I DPRD Kota Blitar tersebut tidak sendiri ada pula Anggota DPRD Kota Blitar yang lain yakni Guntur Pamungkas.
Guntur juga beristirahat di masjid tersebut dengan alas seadanya.
“Saya tidak langsung ke lokasi, saya beristirahat di masjid Perumahan Mutiara untuk istirahat dan buang air rencananya paginya baru ke lokasi,” imbuhnya.

Setelah beristirahat Nuhan Eko Wahyudi dan beberapa Nahdliyyin lainnya memutuskan untuk berangkat ke stadion Gelora Delta Sidoarjo. Peristiwa unik pun terjadi, sandal milik Ketua Komisi I DPRD Kota Blitar itu pun hilang.
Anggota DPRD Kota Blitar itu pun terpaksa berjalan tanpa alas kaki. Sebelum akhirnya memutuskan untuk membeli sandal yang baru di salah satu toko retail.
“Ya namanya orang banyak sandal hilang, mungkin ada yang keliru, tapi saya gak mau pakai sandal selain milik saya,” jelas Nuhan.
Nuhan pun mengikhlaskan sandalnya hilang, politisi PPP tersebut berprasangka baik jika sandalnya hanya keliru dipakai orang dan bukan dicuri. Kehilangan Sandal di acara 1 abad NU ini pun akan menjadi cerita unik yang pernah dialami oleh Ketua Komisi I DPRD Kota Blitar tersebut.
Anggota DPRD Kota Blitar itu pun berharap NU bisa lebih besar dan membawa manfaat bagi masyarakat luas di usianya yang kini mencapai 1 abad. (ow/tedi)






