Blitar (beritajatim.com) – Pemerintah Pusat menghadirkan program Sekolah Rakyat yang dirancang khusus untuk memfasilitasi pendidikan anak-anak dari latar belakang keluarga yang kurang beruntung di Kota Blitar. Sekolah yang kini telah siap digunakan itu dirancang khusus.
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, memaparkan bahwa fasilitas ini menyasar anak-anak putus sekolah, korban broken home, yatim piatu, anak telantar, hingga mereka yang terjerat kemiskinan ekstrem. Menariknya, meski menyasar kelompok rentan, sekolah ini dibangun dengan standar kelas internasional dan digratiskan sepenuhnya.
“Sekolahnya berkelas internasional dan tentunya gratis. Selain itu, fasilitas yang dimiliki berada di atas rata-rata dan luar biasa baik,” ungkap pria yang akrab disapa Mas Ibin tersebut, Selasa (14/07/2026).
Keseriusan pemerintah dalam mengentaskan masalah putus sekolah terlihat dari upaya jemput bola yang dilakukan. Wali Kota Blitar menyebutkan bahwa para petugas telah turun ke lapangan untuk melakukan sosialisasi door to door kepada 1.400 keluarga yang menjadi target sasaran.
Guna meyakinkan para wali murid yang masih ragu, pemerintah daerah sengaja mengundang mereka untuk melihat langsung kemegahan gedung dan kelengkapan fasilitas Sekolah Rakyat tersebut.
“Orang tua calon siswa tidak perlu khawatir tentang fasilitas Sekolah Rakyat, maupun masa depan anaknya di sini. Saya yakin setelah melihat, orang tua akan sangat senang karena ada sekolah berkualitas internasional dan premium di Kota Blitar. Bahkan, ini mungkin yang terbaik dan termegah di Blitar dan sekitarnya,” paparnya optimis.
Meskipun fasilitas yang ditawarkan sangat premium, kuota penerimaan siswa Sekolah Rakyat ini ternyata sangat terbatas. Dari pantauan terakhir sebelum sosialisasi tatap muka, tercatat sudah ada 85 anak yang mendaftarkan diri.
“Target kita terbatas, hanya di angka 270-an anak. Jangan sampai (kuota) ini disia-siakan, karena sekolah ini bagus dan orang tua tidak perlu membayar sama sekali,” imbaunya.
Lebih lanjut, Syauqul menjelaskan bahwa program ini merupakan wujud kolaborasi lintas sektor. Program Sekolah Rakyat dikendalikan langsung oleh Kementerian Sosial (Kemensos) sebagai leading sector, sementara Pemerintah Kota Blitar bertindak sebagai pendukung (supporting system).
Dukungan nyata Pemkot Blitar diwujudkan dalam pemenuhan tenaga pendidik. Jelang peluncuran dan dimulainya tahun ajaran baru, Wali Kota Blitar telah secara resmi menandatangani surat penugasan bagi para guru yang akan mengabdi di sana.
“Mengingat akan segera launching dan masuk tahun ajaran baru, pemerintah bersikap sigap. Bersama Kemensos, kami all out menyiapkan tahun ajaran baru bagi putra-putri Sekolah Rakyat,” pungkasnya. (owi/ted)






