Bangkalan (beritajatim.com) – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bangkalan Suyitno meminta Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syamrabu menperbaiki pelayanan kepada pasien. Hal itu lantaran banyaknya keluhan masyarakat tentang pelayanan di rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut.
Suyitno menilai pelayanan RSUD Bangkalan saat ini lebih mengutamakan masalah administrasi dari pada sigap terhadap pelayanan pasien. Komunikasi petugas rumah sakit juga dinilai buruk dan lambat.
“Dari dulu tidak ada kesadaran manejemen pelayanan baru ketika saya teriak sebagai anggota dewan dari Komisi C penyampaian berubah,” terangnya, Minggu (29/1/2023).
Ia juga meminta perbaikan program UHC, menurutnya rujukan untuk pasien UHC harus menunggu waktu cukup lama dari Puskesmas. Oleh karena itu ia meminta Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit segera memperbaiki progam itu agar benar benar dinikmati oleh masyarakat.
“Keluhan keluhan penundaan bukan hanya di (RS) Bangkalan saja, coba temen temen wartawan cek, disetiap kecamatan yang menunggu rujukan itu ada yang satu minggu sampai satu bulan, intinya UHC itu mempermudah, bukan mempersulit atau memperlambat, karena pengobatan itu tidak bisa menunggu,” tegasnya.
Pelayanan kepada pasien kata Suyitno harus dan wajib diperbaiki secara menyeluruh. Semua masyarakat Bangkalan harus mendapatkan pelayanan kesehatan secara prima tanpa membeda bedakan pasien yang berobat.
“Jangan melihat keturunan siapa, keluarga siapa, tapi semua harus dilayani, bukan melihat siapa yang bawa, yang menghubungi siapa, itu sangat kental keluhan dari masyarakat,” tambahnya
Oleh sebab itu ia menyarankan agar segera melakukan perombakan dari unsur pimpinan Rumah Sakit Plat Merah itu. Menempatkan orang orang yang profesional dan memiliki kompetensi bukan orang orang titipan.
“Perbaikan manejemen itu bisa dilakukan kalau ada kepemimpinan yang profesional artinya bukan hanya kemampuan secara medis tetapi juga faham bukan karena titipan atau ditunjuk,” tegasnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pemkab-bangkalan”]
Sementara itu, RSUD Bangkalan melalui akun facebook resminya menyampaikan bahwa pihaknya telah menjalankan tugas sesuai prosedur. RSUD tidak mempersulit pasien yang ingin dirujuk, namun salah satu SOP merujuk harus menghubungi, mengkonfirmasi RS penerima rujukan siap menerima atau tidak, serta memastikan pasien diterima dengan baik dan mendapatkan tempat di RS rujukan.
“Pasien tersebut tetap dilayani dan dilakukan tindakan sesuai advise dokter bedah saraf,” tulisnya.
Sebelumnya, Suyitno membuat status kritik keras di akun Facebooknya tentang pelayanan di RSUD Syamrabu Bangkalan. Dalam status itu, Suyitno menuding pelayanan RSUD Bangkalan buruk dengan menyebut nyawa pasien dibuat mainan, bahkan Suyitno mendesak pimpinan mulai dari Direktur dan Wadir wajib diganti. [sar/but]






