Jombang (beritajatim.com) – Ada dua penyanyi dangdut asal Jombang Jawa Timur yang sukses berkarir di Jakarta. Bahkan keduanya menjadi legenda musik berirama gendang itu. Pertama adalah Noer Halimah, kemudian Mimbar S Arama. Bahkan, artis yang pertama itu menjadi langganan duet raja dangdut Rhoma Irama.
Noer Halimah berasal dari Desa Mojounggul Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang. Wanita ayu ini pernah menyabet gelar penyanyi dangdut berpenampilan terbaik tahun 1994 versi PAMMI (Persatuan Artis Musik Melayu Indonesia). Dia banyak melahirkan album solo di Soneta productions milik Rhoma Irama. Di antaranya jadi hit, yakni Bayang-bayang, Surat Merah, Cemara Biru, serta Rumput Tetangga.
Penyanyi dangdut asal Jombang ini terkenal setelah bergabung dengan Soneta Grup, pimpinan Rhoma Irama. Bersama dengan Rhoma Irama dan Soneta, Noer Halimah juga berhasil meliris beberapa album duet di antaranya Pesona yang dijadikan soundtrack film Satria Bergitar dan Piano.
[berita-terkait number=”2″ tag=”penyanyi”]
Bagaimana awal bertemu Rhoma Irama? Saat itu Noer Halimah yang masih duduk di bangku SD kelas IV tiba-tiba naik ke atas panggung dalam suatu konser musik di Jombang. Di atas panggung seorang superstar dangdut Rhoma Irama sedang beraksi. Gadis itu tidak perduli. Dia mengatakan ingin menyumbang lagu dangdut. Suara merdu gadis kecil ini menyita perhatian penonton.
Waktu berlalu. Noer Halimah beranjak remaja. Dia duduk di bangku SMP. Raja dangdut Rhoma Irama sedang tour ke Jombang. Lagi-lagi Bang Haji kaget karena seorang anak remaja kembali naik ke atas panggung. Ingin menyumbang lagu. Saat itu Rhoma lebih terpana, bukan hanya pada keberanian Noer Halimah, tapi juga suaranya yang makin merdu.

Beberapa tahun kemudian atau era 80-an, Rhoma Irama sedang tour ke Surabaya. Saat itu justru Bang Haji yang mencari Noer Halimah untuk diajak berduet. Keduanya mampu menghipnotis penonton. Selesai duet itu, gadis asal Jombang ini tak menyangka bila akhirnya Rhoma Irama malah mengajaknya untuk rekaman.
Bersama Soneta dan Rhoma Irama, Noer melahirkan beberapa album duet, di antaranya Pesona yang dijadikan soundtrack film Satria Bergitar dan lagu berjudul Piano yang begitu melegenda. Album lain Noer Halimah di antaranya Bayang bayang (1986), Selimut hitam (1987), Katanya cinta jahat (1989), Sorang sedikit (1991), Janur kuning (1994), Perawan bercinta (1995), Tanda cinta (1996), Cemara biru (1998), Rumput Tetangga (1999), Sirna (2000).
Mimbar S Arama

Mimbar meniti kariernya dari bawah. Usai memenangkan lomba karaoke di Surabaya pada 1991, setahun kemudian Mimbar merilis album pertamanya berjudul Mana Janjimu. Walhasil, lagu ciptaan Fazal Dath ini meledak di pasaran. Sejak itu, Mimbar pindah ke Jakarta untuk mengembangkan karirnya.
Berkali-kali penyanyi asal Jombang ini juga tampil di layar kaca. Selama tiga tahun di Jakarta, Mimbar kemudian kembali ke kampung halaman. Di Jombang. Mimbar tetap menggeluti dunia tarik suara. Aktifitasnya dilakukan dari panggung ke panggung. Mimbar bergabung dengan sejumlah orkes melayu.
Mimbar lahir di Dusun Sariloyo Desa Sambongdukuh Kecamatan/Kabupaten Jombang pada tahun 1958. Hobinya menyanyi terlihat sejak kecil. Penyanyi ini mengawali karirnya dari juara pertama lomba karaoke tingkat Jawa Timur. Namanya meroket setelah album pertama Mana Janjimu dirilis pada 1992. Album ini meledak di pasaran.
[berita-terkait number=”2″ tag=”dangdut”]
Selain lagu ‘Mana Janjimu ciptaan Fazal Dath, ada juga beberapa lagu lain dalam album tersebut. Diantaranya; Kejamnya Cinta, ciptaan Aziz Thalib; Kau Tak Jujur, ciptaan Asmin Cayder; Cinta Merah Rosmawati, ciptaan Chandra MD; Perawan, ciptaan Endang Kurnia, serta Pesta di Atas Kehancuran, ciptaan Hamdan ATT.
Mimbar meninggal dunia di rumah kontrakannya Desa Mojokrapak, Kecamatan Tembelang, Jombang pada Minggu (11/10/2020) pukul 19.00 WIB. Sebelum dimakamkan, jenazah penyanyi dangdut asal Jombang ini disemayamkan di rumah orang tuanya di Dusun Sariloyo Desa Sambongdukuh. Dia kemudian dimakamkan di pemakaman umum desa setempat pada jam 08.00 WIB, Senin (12/10/2020). “Suami saya meninggal karena serangan stroke,” kata sang istri Jiyah (48) waktu itu. [suf/ted]






