Ringkasan Berita
Penjualan seragam sekolah mulai meningkat menjelang tahun ajaran baru 2026/2027.
Lonjakan pembelian baru terjadi sekitar H-10 sebelum masuk sekolah.
Pedagang menilai daya beli masyarakat menurun dibanding tahun lalu.
Banyak orang tua membeli seragam secara bertahap karena menyesuaikan kondisi ekonomi.
Kediri (beritajatim.com) – Permintaan seragam sekolah untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA sederajat mulai meningkat menjelang dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027. Aktivitas jual beli di sejumlah toko perlengkapan sekolah di Kota Kediri pun mulai ramai, terutama sekitar sepuluh hari sebelum masuk sekolah.
Meski demikian, para pedagang menilai daya beli masyarakat pada musim penerimaan siswa tahun ini belum sepenuhnya pulih jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Penjualan Mulai Meningkat H-10
Salah satu toko yang merasakan peningkatan penjualan berada di kawasan Jalan Stasiun, Kota Kediri.
Pemilik toko, Muasih Setiawati, mengatakan lonjakan pembelian mulai terlihat pada H-10 menjelang dimulainya kegiatan belajar mengajar.
Dalam sehari, tokonya mampu menjual sekitar 100 stel seragam sekolah, meskipun jumlah pembeli belum seramai musim penerimaan siswa pada tahun lalu.
“Kondisi penjualan tahun ini harus diakui terjadi penurunan daya beli. Kalau mengacu pada tahun sebelumnya, bulan Juni sudah terjadi lonjakan pembelian. Namun tahun ini lonjakan justru baru terjadi pada H-10 jelang ajaran baru dimulai,” ujarnya saat ditemui di tokonya, Rabu (8/7/2026).
Daya Beli Masyarakat Menurun
Menurut Muasih, kondisi ekonomi menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pola belanja masyarakat.
Ketika pendapatan keluarga menurun atau harga kebutuhan pokok meningkat, sebagian besar orang tua memilih memprioritaskan kebutuhan utama dibanding membeli perlengkapan sekolah dalam jumlah banyak.
“Kondisi ekonomi secara langsung menentukan daya beli seragam sekolah. Saat pendapatan keluarga menurun atau inflasi meningkat, prioritas pengeluaran bergeser ke kebutuhan pokok sehingga pembelian seragam baru sering kali tertunda atau dikurangi,” katanya.
Perubahan tersebut juga terlihat dari jumlah pembelian dalam setiap transaksi.
Jika sebelumnya orang tua umumnya membeli dua hingga tiga stel seragam sekaligus, kini sebagian besar hanya membeli satu stel terlebih dahulu.
“Biasanya orang tua membeli dua sampai tiga stel dalam sekali transaksi. Sekarang kebanyakan hanya satu stel. Bahkan ada yang membeli secara bertahap, misalnya hari ini membeli seragam biru putih, kemudian beberapa hari berikutnya baru membeli seragam pramuka,” jelas Muasih.
Harga Seragam Mulai Rp200 Ribu
Untuk memenuhi kebutuhan siswa baru maupun siswa yang naik jenjang, toko tersebut menyediakan berbagai jenis seragam sekolah untuk tingkat SD, SMP, hingga SMA sederajat.
Harga satu stel seragam sekolah dipasarkan mulai sekitar Rp200 ribu, tergantung ukuran dan jenis seragam yang dipilih.
Meski kondisi ekonomi masih memengaruhi daya beli masyarakat, para pedagang berharap penjualan terus meningkat hingga hari pertama masuk sekolah. Mereka juga optimistis kebutuhan seragam sekolah akan tetap menjadi salah satu penggerak perdagangan musiman di Kota Kediri menjelang dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027. [nm/aje]






