Gresik (beritajatim.com) – Pemerintah melalui Kementerian BUMN terus memperluas program Mari Kita Majukan Usaha Rakyat (Makmur).
Di Jawa Timur program itu menjadi tanggung jawab BUMN Petrokimia Gresik. Dimana tahun ini target yang diamanahkan oleh Pupuk Indonesia 99.000 hektar meningkat dibanding tahun lalu sebesar 98.591 hektar.
Untuk mengejar target itu, perusahaan BUMN yang ber-home based di Gresik itu menggandeng pondok pesantren (Ponpes) terkait pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) santri di sektor pertanian. Mereka akan dididik, dan dilatih menjadi tenaga pendamping pada program Pesantren Mitra Makmur.
“Saya yakin pelaksanaan Program Makmur pun akan semakin optimal, mengingat keberadaan pondok pesantren yang tersebar di seluruh nusantara sangat bermanfaat membantu sektor pertanian,” ujar Dirut Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo, Rabu (11/01/2023).
Ia menambahkan, program ini sangat pas bersamaan dengan satu abad Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Banyuwangi beberapa hari yang lalu.
“Santri Makmur ini merupakan program inisiasi dari Petrokimia Gresik yang nantinya membantu pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) santri di sektor pertanian. Mereka akan dididik dan dilatih menjadi tenaga pendamping pada program Pesantren Mitra Makmur,” imbuhnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”petrokimia-gresik”]
Keberadaan Santri Makmur tersebut, menggenapi tenaga pendamping Taruna Makmur yang telah diluncurkan di tahun 2022 yang bekerjasama dengan Politenik Pembangunan Pertanian (Polbangtan).
“Semakin banyak kita berkolaborasi, manfaat yang dihasilkan dari pelaksanaan Program Makmur juga bakal semakin luas,” ungkap Dwi Satryo.
Selain menginisiasi Santri Makmur dan Taruna Makmur lanjut dia, upaya ini juga mendorong
regenerasi petani di tanah air.
“Lewat program ini, kami mengajak generasi muda untuk melihat langsung betapa besar potensi sektor pertanian jika dikelola dengan optimal. Hal ini akan menjadi magnet bagi generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian,” pungkas Dwi Satryo. (dny/ted)






