Ponorogo (beritajatim.com) – Tes dengan sistem Computer Assisted Test (CAT) sudah dilaksanakan oleh peserta seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) formasi tenaga kesehatan (nakes) di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo. Dalam hari terakhir tes, yakni hari Kamis (15/12) kemarin, ada satu peserta yang tidak hadir. Alhasil, sesuai regulasi yang ada, peserta yang tidak hadir tersebut dinyatakan gugur.
“Dalam hari terakhir tes PPPK nakes kemarin, ada satu peserta yang tidak hadir tanpa keterangan,” kata Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Ponorogo, Andi Susetyo, Jumat (16/12/2022).
Dengan ketidakhadirannya itu, tentu menjadi perjuangan antiklimak bagi yang bersangkutan. Sebab, sebelumnya, peserta ini sudah berhasil melewati seleksi administrasi. Sehingga dinyatakan lulus dan berhak untuk melanjutkan dengan tes CAT. Peserta yang tidak hadir ini, dijadwalkan mengikuti tes disesi pertama. Namun, sampai waktu yang telah ditentukan, batang hidungnya tidak muncul.
“Jadwalnya kemarin di sesi 1, semula tes bakal diikuti oleh 85 orang, akhirnya berkurang 1, sehingga hanya 84 orang saja,” katanya.
Sekadar diketahui, tes CAT untuk seleksi PPPK nakes dilakukan di Politeknik Kesehatan Malang kampus Ponorogo ini, diikuti oleh 226 peserta. Tes CAT dilakukan selama 2 hari, yakni tanggal 14-15 Desember 2022. Ratusan peserta itu merebutnya 106 formasi di bidang kesehatan di lingkungan Pemkab Ponorogo. Hari pertama tes CAT PPPK nakes ini, ditinjau langsung oleh Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko.
“Saya hadir di sini tidak untuk mengintervensi atau apapun. Karena mekanismenya sudah online dan transparan. Saya hanya ingin pengin tahu, pelaksanaannya lancar atau tidak,” ungkap Bupati Sugiri Sancoko.
Dihadapan peserta yang sedang menunggu pelaksanaan tes dimulai saat itu, Bupati Sugiri Sancoko mewanti-wanti mereka. Dia tidak ingin, peserta seleksi PPPK nakes di Ponorogo percaya pada calo, yang berkoar-koar bisa meloloskan menjadi PPPK. Meskipun, calo tersebut mencatut nama siapapun itu. Sugiri mengungkapkan bahwa tes PPPK ini dilakukan secara online dan berbasis Computer Assisted Test (CAT).
[berita-terkait number=”4″ tag=”ponorogo”]
“Kesempatan calo untuk bermain itu sangat kecil, semua online dan transparan. Optimis dengan kemampuan sendiri,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Sugiri mengingatkan dengan tegas, supaya aparatur sipil negara (ASN) untuk tidak bermain-main dalam pelaksanaan seleksi PPPK ini. Sanksi tegas bakal Ia keluarkan tak kala mereka bermain dalam percaloan. Seperti yang terjadj di kasus percaloan PPPK guru di tahun lalu.
“Saya mengingatkan kepada para peserta untuk jangan tergoda dengan godaan setan. Yakni dengan menggunakan calo, jangan tertipu seperti PPPK guru pada tahun lalu,” pungkasnya. [end/but]






