Ponorogo (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebanyak 11 kali sepanjang Februari hingga Maret 2026. Langkah strategis ini difokuskan untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok dan mengantisipasi lonjakan permintaan masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri.
Kepala Bagian Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Ponorogo, Rizky Wahyu Nugroho, menyatakan bahwa intensitas pelaksanaan GPM akan terus ditingkatkan pada bulan Maret. Hal ini dilakukan karena periode tersebut bersinggungan langsung dengan puncak konsumsi masyarakat sebelum lebaran.
“GPM ini dilakukan pada bulan Februari dan Maret, namun paling banyak akan dilakukan pada bulan Maret karena mendekati lebaran,” jelas Rizky, Sabtu (28/2/2026).
Sebanyak 11 titik di berbagai wilayah telah ditetapkan sebagai lokasi pelaksanaan program intervensi pasar ini secara bergantian. Beberapa wilayah yang menjadi sasaran utama di antaranya adalah Kecamatan Sukorejo dan Kecamatan Badegan guna memastikan keterjangkauan akses bagi warga.
Skema distribusi bergilir dipilih secara cermat agar manfaat harga pangan yang terjangkau dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat di pelosok desa. Program ini tidak berdiri sendiri, melainkan dikolaborasikan dengan agenda tahunan pemerintah daerah yang menyentuh sisi spiritual masyarakat.
“GPM ini juga akan dilakukan bersamaan dengan Safari Ramadhan dengan Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita,” ungkap Rizky.
Sinergi antara operasi pasar dan Safari Ramadhan ini bertujuan memperluas jangkauan sekaligus memudahkan interaksi langsung antara pemerintah dan warga. Rizky menegaskan bahwa prioritas utama TPID saat ini adalah menekan gejolak harga bahan pokok yang kerap terjadi di tengah bulan puasa.
Hingga saat ini, kondisi harga sejumlah komoditas di pasar tradisional terpantau masih berada dalam batas kenaikan yang wajar. Meski demikian, pemerintah daerah tetap mengambil langkah antisipatif untuk mencegah potensi kenaikan harga yang berlarut-larut.
Selain menggelar pasar murah, TPID bersama instansi terkait dijadwalkan akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar tradisional dan swalayan. Langkah pengawasan lapangan ini bertujuan memastikan ketersediaan stok pangan serta memitigasi adanya praktik penimbunan barang oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Strategi ganda melalui intervensi harga dan pengawasan ketat menjadi sinyal bahwa Pemkab Ponorogo berkomitmen penuh menjaga ketenangan masyarakat saat menjalankan ibadah. Stabilitas harga pangan dipandang bukan sekadar pencapaian angka statistik, melainkan kunci dalam menjaga daya beli warga selama momentum Ramadan dan Lebaran. [end/beq]






