Sumenep (beritajatim.com) – Harga cabai rawit di pasar tradisional Sumenep mulai “pedas”. Di pekan ini, satu kilogram cabai dijual pada harga Rp65 ribu.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Sumenep, Noer Lisal Anbiyah, membenarkan harga cabai kembali naik. Pekan lalu, kata dia, cabai dijual pada harga Rp50 ribu per kg.
“Kemudian hampir setiap hari ada kenaikan harga, hingga sekarang menjadi Rp65 ribu per kg,” kata Noer, Selasa (20/9/2022).
Ia menduga kenaikan harga cabai rawit itu dipengaruhi masalah stok. Saat ini di sejumlah daerah penghasil cabai rawit belum masuk masa panen raya.
Kondisi ini menyebabkan stok di pasaran tidak banyak, sementara permintaan masyarakat tetap tinggi. Akibatnya, harga pun naik.
“Kondisi berbeda terjadi pada cabai merah besar. Harga komoditas ini justru semakin turun. Kalau awal pekan lalu harga cabai merah besar Rp50 ribu per kg, pekan ini turun menjadi Rp30 ribu per kg,” terangnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”harga-cabai-rawit”]
Sedangkan untuk harga bawang merah sempat mengalami kenaikan sejak pekan lalu. Saat ini harga bawang merah Rp28 ribu per kg, sedangkan harga bawang putih stabil Rp20 ribu per kg.
“Untuk harga telur masih stabil. Telur ayam ras Rp29 ribu per kg, dan telur ayam kampung Rp48 ribu per kg. Sedangkan daging ayam kampung harganya tetap Rp90 ribu per kg, daging ayam ras Rp40 ribu per kg dan daging sapi juga stabil Rp110 ribu per kg,” terangnya.
Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan Sumenep secara rutin melakukan pemantauan harga sembako di pasar tradisional. Pemantauan harga dilakukan di Pasar Anom baru sebagai pasar induk, dan Pasar Bangkal sebagai pembanding. [tem/beq]






