Sumenep (beritajatim.com) – Sejumlah aktivis Badan Eksekutif (BEM) Universitas PGRI Sumenep berunjukrasa ke DPRD setempat, Senin (12/1/2026). Mereka menolak gagasan pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui DPRD.
“Wacana itu secara nyata bertentangan dengan semangat reformasi serta prinsip dasar kedaulatan rakyat,” kata Ketua BEM Universitas PGRI Sumenep, Moh. Nurul Hidayatullah.
Menurutnya, anggota DPRD sebagai wakil rakyat seharusnya memperjuangkan apa yang menjadi aspirasi masyarakat. Berdasarkan hasil survei, 60 persen masyarakat menolak Pilkada tidak langsung.
“Kalau alasannya untuk efisiensi karena Pilkada langsung menelan banyak biaya, ayo kita perbaiki sistemnya. Jangan kemudian melempar gagasan agar Kepala Daerah tidak lagi dipilih rakyat secara langsung,” ujarnya berapi-api.
Hidayat bersikukuh apabila perubahan sistem pemilihan yang digunakan dalam Pilkada itu didasari karena Pilkada langsung menimbulkan banyak polemik dan berpotensi menimbulkan ‘money politic’, maka yang seharusnya dilakukan adalah memberikan pendidikan politik pada masyarakat.
“Lakukan pendidikan politik agar masyarakat kita itu cerdas memilih. Agar masyarakat kita itu bisa menolak money politic,” tandasnya.
Karena itu, BEM Universitas PGRI Sumenep mengajukan empat tuntutan. Yang pertama, menolak tegas wacana Pilkada tidak langsung dalam bentuk apapun. Kedua, mendesak DPRD Sumenep berpihak pada kepentingan rakyat, bukan kepentingan elit politik.
Tuntutan ketiga, meminta DPRD Sumenep menyatakan sikap resmi mendukung Pilkada langsung, dan tuntutan keempat, mendorong perbaikan kualitas Pilkada melalui regulasi yang adil, transparan, dan aspiratif. Namun bukan dengan menghapus hak pilih rakyat.
Sementara anggota Komisi I DPRD Sumenep, Khairul Anwar mengaku siap memperjuangkan aspirasi mahasiswa tersebut.
“Kami sesuai hati nurani rakyat Indonesia yang menolak Pilkada melalui DPRD. Ini penuh dialektika. Ini negara demokrasi. Kalau kalah dalam perdebatan di parlemen, harus terima. Tapi intinya saya setuju dengan pendapat adik-adik mahasiswa,” ucapnya. [tem/suf]






