Mojokerto (beritajatim.com) – Tahun 2021, Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoukmperindag) Kota Mojokerto melahirkan ribuan wirausaha baru. Semua tak lepas Bidang Perindustrian dan Bina Usaha yang telah mencurahkan waktu dan tenaga atas lahirnya ribuan wirausaha baru dari program pemberdayaan dan pelatihan selama 2021.
Program inkubasi bagi wirausaha baru, yang gencar dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto bagi warga terdampak pandemi Covid-19 memasuki pembekalan akhir di tahun 2021. Dimana, telah ada ribuan warga yang mandiri menjadi wirausaha baru dari berbagai kemampuan atau skill. Seperti, makanan, minuman, cemilan, konveksi, handicraft dan sebagainya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”umkm”]
Pada kegiatan Inkubasi Wirausaha Baru Abon Lele di Rest Area Gunung Gedangan, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari berharap agar para wirausaha baru dapat terus berinovasi dan berkreasi dalam menciptakan produk-produk unggulan lokal daerah. Melalui upaya tersebut, masyarakat dapat menjadi bagian dalam pembangunan Kota Mojokerto sebagai Kota Pariwisata.
Sehingga, produk-produk unggulan lokal dari Bumi Majapahit dapat mendunia. Sejak masa pandemi Covid-19, berbagai pelatihan untuk memberdayakan masyarakat terus dilakukan oleh pemerintah daerah. Tahun ini, ada sedikitnya 5.600 orang yang mengikuti inkubasi wirausaha baru. Dengan rincian, 4.300 dibawah binaan Diskoukmperindag dan 1.300 dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP).
“Matur nuwun kepada seluruh Bidang Perindustrian dan Bina Usaha Diskoukmperindag yang telah mencurahkan seluruh tenaga, pikiran dan waktu untuk memberikan pendampingan kepada peserta inkubasi wirausaha baru. Semoga, lahirnya ribuan wirausaha baru ini dapat menjadi amal jariyah panjenengan semua, demi pembangunan Kota Mojokerto tercinta di masa pandemi ini,” kata Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, Rabu (17/11/2021). [tin/suf]






