Ringkasan Berita:
- Dishub Jatim akan menerapkan teknologi Bus Priority untuk Bus Trans Jatim.
- Teknologi tersebut memungkinkan lampu lalu lintas otomatis hijau saat bus melintas.
- Pilot project direncanakan diterapkan di Koridor I Trans Jatim dan rute Malang Raya.
- Pengembangan teknologi ini diharapkan mempercepat perjalanan dan mendorong masyarakat beralih ke transportasi umum.
Surabaya (beritajatim.com) – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur berencana menerapkan teknologi baru bernama Bus Priority untuk layanan Bus Trans Jatim. Teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) tersebut diklaim mampu memangkas waktu perjalanan dengan memberikan prioritas lampu hijau bagi bus saat melintas di persimpangan.
Kepala Dishub Jatim, Nyono, mengatakan teknologi tersebut dipelajari setelah pihaknya menghadiri pameran China International ITS Industry Expo 2026 (CITSE) di Xiamen, China.
“Jadi beberapa waktu kemarin kami diundang perusahaan swasta China yang bergerak di sektor teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk transportasi. Sebenarnya semua teknologi di sana ternyata sudah kami seperti smart bus,” kata Nyono di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (20/5/2026).
“Namun, ada satu hal yang menarik, yaitu teknologi Bus Priority. Ini kami pelajari untuk kami adaptasikan di Bus Trans Jatim,” tambahnya.
Nyono menjelaskan Bus Priority bekerja menggunakan sensor yang dipasang di armada bus dan lampu lalu lintas atau traffic light di sepanjang jalur yang dilalui.
Nantinya, sensor pada bus akan mengirim sinyal otomatis ke perangkat di traffic light agar lampu berubah hijau ketika bus mendekati persimpangan.
“Jadi jarak sekitar 25 meter sebelum traffic light, sensor bus akan mengirim sinyal ke sensor traffic light apabila masih merah untuk diubah menjadi lampu kuning. Ketika jarak sekitar 5 meter, maka lampu akan hijau, dan otomatis bus langsung jalan tanpa menunggu traffic light,” tuturnya.
Menurut Nyono, sistem tersebut akan membuat jalur lain otomatis berhenti sementara demi memprioritaskan transportasi umum.
“Jadi teknologi ini sebenarnya dirancang agar masyarakat mau naik transportasi umum dan naik transportasi umum lebih cepat dan bisa memangkas waktu perjalanan,” tambahnya.
Dishub Jatim merencanakan penerapan awal atau pilot project Bus Priority dilakukan di Koridor I Bus Trans Jatim rute Sidoarjo-Surabaya-Gresik serta koridor Trans Jatim Malang Raya.
“Rencana kami pilot project-nya di koridor satu dan koridor Malang Raya. Namun sekali lagi kami masih menunggu fiskal di PAPBD nanti, kalau memungkinkan atau anggarannya ada, maka akan kami terapkan tahun ini,” ujarnya.
Nyono menambahkan penerapan teknologi tersebut juga membutuhkan koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota serta pemerintah pusat karena jalur Trans Jatim melintasi jalan provinsi, jalan nasional, hingga jalan kabupaten.
“Karena Bus Trans Jatim ini kan tidak hanya melintas di jalan provinsi, tapi juga jalan kabupaten, jalan nasional. Maka kami perlu koordinasi dan komunikasi dengan stakeholder terkait,” tandasnya.
Dalam forum CITSE 2026 tersebut, Pemprov Jatim juga memperkenalkan berbagai inovasi transportasi publik yang telah dikembangkan di Jawa Timur.
Salah satunya layanan Bus Trans Jatim berbasis skema Buy The Service (BTS) yang terus berkembang dan mendapat respons positif dari masyarakat.
Nyono mengatakan Trans Jatim hadir untuk meningkatkan konektivitas wilayah, mengurangi kemacetan, dan mendorong penggunaan transportasi publik yang aman, nyaman, serta terjangkau.
Saat ini, layanan Trans Jatim telah melayani sejumlah koridor strategis di kawasan Gerbangkertosusila hingga Malang Raya dengan dukungan sistem pembayaran non tunai dan pengembangan teknologi berbasis AI.
Selain pengembangan layanan penumpang, Dishub Jatim juga memperkenalkan inovasi terbaru berupa TRADISI atau Transjatim Ekspedisi.
Layanan tersebut merupakan jasa ekspedisi barang berbasis jaringan Trans Jatim yang menawarkan pengiriman cepat, aman, dan terjangkau di wilayah Gerbangkertosusila.
“Inovasi ini diharapkan mampu memperluas fungsi layanan transportasi publik tidak hanya untuk mobilitas penumpang, tetapi juga mendukung distribusi logistik masyarakat secara lebih efisien,” pungkas Nyono. [tok/beq]






