Blitar (beritajatim.com) – Angin segar berembus bagi dunia sepak bola Blitar. Persatuan Sepakbola Bangsa Indonesia (PSBI), klub legendaris berjuluk Singo Lodro, resmi memasuki babak baru setelah pengelolaannya dikembalikan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar.
Klub yang berdiri pada 1928 dan menjadi salah satu klub sepak bola tertua di Indonesia tersebut sebelumnya dikelola oleh PT Blitar Bola Mandiri. Kini, tongkat estafet pengelolaan resmi diserahkan kepada Pemkab Blitar sebagai langkah membangun kembali kejayaan PSBI melalui kolaborasi pemerintah, PSSI, dunia usaha, serta masyarakat.
PSBI Dikembalikan ke Pangkuan Daerah
Direktur Utama PT Blitar Bola Mandiri, Wima Brahmantya, mengatakan PSBI sejatinya merupakan milik masyarakat Blitar. Selama ini, pihaknya hanya menjalankan amanah untuk menjaga keberlangsungan klub di tengah dinamika sepak bola nasional.
“Upaya mengembalikan PSBI kepada Pemkab Blitar ini sebenarnya sudah kami rintis dan perjuangkan sejak 2015 silam. Alhamdulillah, setelah melalui proses yang cukup panjang, ikhtiar tersebut akhirnya dapat terealisasi pada tahun ini,” ujar Wima, Rabu (8/7/2026).
Ia berharap PSBI mampu kembali berprestasi dan menjadi kebanggaan masyarakat Blitar.
“PSBI ini bukan hanya tentang sejarah Blitar, tetapi juga kepingan penting dari sejarah persepakbolaan Indonesia. Karena itu, marwahnya harus kita jaga bersama,” tegasnya.
Pemkab Blitar Siapkan Strategi Kebangkitan
Wakil Bupati Blitar, Beky Herdihansah, menyambut kembalinya PSBI dengan penuh antusias. Ia mengapresiasi PT Blitar Bola Mandiri yang telah menjaga eksistensi klub selama bertahun-tahun, sekaligus menyampaikan terima kasih kepada PSSI yang telah memfasilitasi proses pelimpahan pengelolaan.
Menurut Beky, pengelolaan PSBI menjadi amanah besar yang harus dijalankan dengan serius. Karena itu, Pemkab Blitar telah menyiapkan berbagai langkah strategis, mulai membangun sinergi dengan PSSI, klub-klub lokal, Sekolah Sepak Bola (SSB), pelatih, hingga wasit.
Selain itu, PSBI akan dijadikan sebagai wadah pembinaan talenta-talenta muda asli Blitar untuk menciptakan regenerasi pemain yang berkelanjutan. Upaya tersebut akan didukung dengan tata kelola organisasi yang transparan, profesional, dan berorientasi pada prestasi.
“Ini adalah amanah besar bagi kami. Dukungan dari kalangan pengusaha sangat kami harapkan agar fondasi klub semakin kokoh. Sepak bola modern membutuhkan kolaborasi semua pihak,” ujar Beky.
Harapan Mengembalikan Kejayaan Singo Lodro
Beky juga mengajak seluruh suporter dan masyarakat Blitar untuk bersama-sama mendukung kebangkitan PSBI. Menurutnya, sepak bola tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana membangun karakter generasi muda sekaligus mengharumkan nama Kabupaten Blitar di tingkat regional maupun nasional.
Dengan kembalinya pengelolaan PSBI ke tangan Pemkab Blitar, publik kini menaruh harapan besar agar Singo Lodro kembali mengaum di pentas sepak bola nasional. Menjelang usianya yang genap satu abad, klub bersejarah tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi bagian dari sejarah, tetapi mampu kembali menjadi kekuatan yang diperhitungkan di kancah sepak bola Indonesia. (owi/but)






