Lamongan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Lamongan memperkuat komitmen menjaga konsistensi kinerja aparatur sipil negara (ASN) melalui forum Leaders Brief yang dipimpin Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, bersama seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan camat secara virtual, Rabu (8/4/2026).
Forum ini difokuskan pada penguatan disiplin kinerja sekaligus penyamaan persepsi seluruh jajaran perangkat daerah dalam menghadapi perubahan sistem kerja, termasuk penerapan work from home (WFH), work from office (WFO), serta penyesuaian jam kerja.
Dalam arahannya, Bupati Yuhronur Efendi menegaskan bahwa transformasi budaya kerja menjadi kunci utama menjaga kinerja pemerintahan di tengah dinamika global.
“Perubahan pola kerja harus diimbangi dengan peningkatan kinerja. Efisiensi, termasuk pengurangan penggunaan energi seperti BBM dan listrik sebesar 20–25 persen, harus bisa diwujudkan tanpa menurunkan kualitas pelayanan publik,” kata Yuhronur.
Bupati yang akrab disapa Pak Yes itu juga menekankan bahwa setiap program kerja perangkat daerah harus berorientasi pada asas kemanfaatan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Penyampaian informasi melalui sosial oleh OPD harus dioptimalkan, karena ini sebagai bagian dari peningkatan pelayanan publik yang adaptif terhadap perkembangan zaman,” tuturnya.
Selain itu, kesiapan menghadapi musim kemarau menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Bupati menginstruksikan percepatan pendataan embung, normalisasi saluran air, serta penguatan jaringan irigasi, khususnya di wilayah rawan kekeringan.
Langkah antisipatif juga dilakukan melalui penyiapan armada pemadam kebakaran serta distribusi air bersih bagi wilayah terdampak.
“Sektor pangan pun tetap menjadi prioritas, dengan target luas tambah tanam (LTT) yang harus tetap tercapai meski di tengah ancaman kemarau,” ujarnya.
Dalam menindaklanjuti program Indonesia Bersih dari pemerintah pusat, Pemkab Lamongan turut mendorong penguatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui optimalisasi TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle) dan TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu).
“Saat ini, dari total produksi sampah sebesar 554 ton per hari, baru sekitar 36 persen yang terkelola,” ungkapnya.
Di sektor ekonomi, Pemkab Lamongan juga mendorong peran Bank Daerah Lamongan untuk menyediakan skema kredit berbunga rendah bagi petani hortikultura dan peternak, khususnya generasi muda yang masih memiliki keterbatasan modal usaha.
Sementara itu, Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksara, menekankan pentingnya ketepatan sasaran bantuan sosial melalui pemanfaatan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
“Dengan komitmen bersama, target penurunan angka kemiskinan sebesar 11,95 persen pada tahun 2026 optimistis dapat tercapai,” ucap Dirham. [fak/beq]






