Bondowoso (beritajatim.com) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur meminta waktu untuk mengkaji dampak penutupan Jembatan Sentong—penghubung Desa Sukowiryo dan Kelurahan Nangkaan—terhadap aktivitas perdagangan dan ekonomi warga di Kabupaten Bondowoso.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak menyampaikan bahwa pemerintah tidak akan abai terhadap dampak yang dirasakan masyarakat, khususnya pelaku usaha di sekitar lokasi penutupan.
Namun, ia menegaskan bantuan tidak bisa diputuskan secara tergesa-gesa tanpa perhitungan yang matang.
“Kami perlu waktu untuk mengkaji secara mendalam. Pembangunan jembatan ini sendiri membutuhkan anggaran besar, sehingga setiap langkah harus diperhitungkan,” ujar Emil saat meninjau lokasi, Rabu (25/2/2026).
Menurutnya, situasi serupa kerap terjadi dalam proyek pembangunan infrastruktur besar di berbagai daerah. Dalam masa transisi, masyarakat memang harus beradaptasi sementara waktu hingga proyek rampung.
Meski demikian, Emil memastikan pemerintah akan membahas langkah yang tepat untuk meringankan beban warga terdampak, terutama pelaku usaha yang aktivitasnya bergantung pada akses jembatan tersebut.
Pembahasan akan dilakukan bersama Pemerintah Kabupaten Bondowoso. Hasil koordinasi itu nantinya akan disampaikan secara resmi oleh Bupati setelah proses perumusan selesai.
“Pemerintah tidak ingin memberi janji tanpa dasar yang jelas. Semua harus dihitung agar solusi yang diambil benar-benar tepat sasaran,” tegasnya.
Pembangunan ulang Jembatan Sentong tengah dipercepat agar dampak ekonomi yang timbul dapat segera diminimalkan seiring dimulainya proyek konstruksi. [awi/beq]






