Malang (beritajatim.com) – Beras menjadi salah satu kebutuhan pokok yang menjadi perhatian Pemerintah Kota Malang terutama di bulan Ramadan dan Idul Fitri nanti. Mereka menjamin komoditas pangan tetap aman sepanjang Ramadan, masyarakat diminta tidak perlu panik.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Elfiatur Roikhak memastikan stok beras cadangan pemerintah di gudang bulog aman hingga 10 bulan mendatang. Saat ini memang salah satu sentra beras di Jawa Timur yakni di Banyuwangi terganggu hama wereng. Namun, Pemkot Malang memastikan hal itu tidak berdampak signifikan.
“Memang di Jawa Timur ada sentra yang terganggu hama wereng, sehingga pasokan agak berkurang. Tapi kami memastikan cadangan beras di Bulog bisa untuk 10 bulan lebih, yaitu 500 ton lebih,” kata Elfiatur, Kamis, (19/2/2026).
Elfiatur mengatakan bahwa mereka memastikan stok beras aman selama ramadan. Tidak hanya kuantitas beras, Dispantan juga terus mengawasi beras di pasaran agar sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Kami memastikan tidak hanya stok, tapi semuanya patuh HET. Kami juga sempat melakukan zoom meeting dengan Satgas Sapu Bersih Pangan Kepolisian. Kami minta pelaku usaha membuat komitmen untuk menjual sesuai HET,” ujar Elfiatur.
Dalam catatan Dispangtan Kota Malang. Tren kenaikan konsumsi beras dan bahan pangan pokok lainnya terus meningkat signifikan sejak awal Ramadan hingga H+7 Idul Fitri. Bahkan pada tahun lalu mereka mencatat kenaikan tertinggi konsumsi semua komoditas.
“Untuk konsumsi semua komoditas biasanya naik sekitar 25 persen. Tahun kemarin lebih tinggi. Sekarang menjelang puasa ada tradisi megengan, jadi permintaan pasti naik,” kata Elfiatur. (luc/ian)






