Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, tak cukup hanya mengaktifkan Bandara Notohadinegoro untuk menanbah pendapatan asli daerah (PAD). Sektor pariwisata harus digerakkan.
“PAD merupakan kunci utama kemandirian fiskal daerah. Dalam Nota Pengantar Rencana APBD 2026, pemerintah daerah menargetkan peningkatan PAD sebagai upaya memperkuat kapasitas keuangan daerah. Namun kami menilai realisasi PAD Kabupaten Jember dalam beberapa tahun terakhir masih belum optimal,” kata Widarto, juru bicara Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember.
Target PAD yang baru tercapai 60 persen hingga 31 Agustus 2025, menurut Widarto, menunjukkan masih perlunya langkah serius untuk memperbaiki sistem tersebut. “Kami berpandangan bahwa peningkatan PAD tidak bisa hanya mengandalkan pajak dan retribusi yang ada, tapi harus didorong melalui inovasi dan pengembangan potensi lokal, utamanya di bidang pariwisata,” katanya.
“Kami menilai Kabupaten Jember memiliki potensi alam yang indah, mulai dari pantai hingga gunung, serta budaya dan agrowisata yang belum dikelola secara optimal untuk memberi nilai tambah bagi daerah,” kata Widarto.
Dalam konteks ini, menurut Widarto, reaktivasi Bandara Notohadinegoro menjadi momentum penting untuk membuka akses wisatawan dan investor ke Jember.
“Oleh karena itu, reaktivasi bandara tersebut harus berjalan beriringan dengan pembangunan destinasi wisata dan penguatan ekosistem pariwisata secara menyeluruh,” katanya.
Widarto memandang perlunya pemerintah daerah memastikan konektivitas yang baik antara bandara dan destinasi wisata, meningkatkan infrastruktur jalan dan fasilitas umum, serta melakukan promosi pariwisata yang lebih inovatif dan agresif.
Pemkab Jember, lanjut Widarto, perlu berkolaborasi dengan perguruan tinggi, dan melibatkan pelaku usaha mikro kecil menengah lokal dalam rantai ekonomi wisata.
“Kami mendorong agar Rencana APBD 2026 memberikan prioritas anggaran bagi pengembangan pariwisata daerah, sebagai strategi jangka panjang untuk memperluas sumber PAD sekaligus mendorong sirkulasi perekonomi masyarakat Jember,” kata Widarto.
Ardi Pujo Prabowo dari Fraksi Partai Gerindra mendukung langkah pemerintah daerah untuk terus berkomunikasi dengan Kementerian Perhubungan dan Angkasa Pura dalam pengelolaan bandara secara lebih profesional.
“Dengan pengelolaan yang tepat, bandara tidak hanya menjadi fasilitas transportasi, tapi dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru bagi Kabupaten Jember,” kata Ardi.
Bupati Muhammad Fawait menyebut reaktivasi Bandara Notohadinegoro momentum penting yang akan membuka akses wisatawan dan investor ke Jember. “Upaya ini akan kami sinergikan dengan penataan dan revitalisasi destinasi wisata prioritas,” katanuya, dalam sidang paripurna ketiga pembahasan APBD 2026, di gedung DPRD Jember, Sabtu (15/11/2025).
Menurut Fawait, Pemerintah Kabupaten Jember meningkatkan sarana dan prasarana pendukung, penguatan ekosistem pariwisata, termasuk promosi, kolaborasi pelaku usaha dan peningkatan layanan, dan inovasi promosi dan pengelolaan agar destinasi lebih kompetitif. [wir]






