Surabaya (beritajatim.com) – Harga bahan bakar minyak (BBM) di seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) pada Kamis, 23 Juli 2026, masih belum mengalami perubahan. Seluruh operator, mulai dari Pertamina, Shell, BP-AKR hingga Vivo, masih mempertahankan harga yang telah diberlakukan sejak penyesuaian pada awal Juli 2026.
Stabilnya harga BBM pada pekan terakhir Juli memberikan kepastian bagi masyarakat dan pelaku usaha transportasi yang sebelumnya sempat menghadapi perubahan harga pada awal bulan. Hingga 23 Juli 2026, belum ada pengumuman resmi mengenai penyesuaian tarif baru dari masing-masing badan usaha penyedia BBM.
Penyesuaian terakhir yang dilakukan pada 1 Juli 2026 terutama menyasar produk BBM diesel nonsubsidi. Saat itu, sejumlah operator menurunkan harga Dexlite, Pertamina Dex, hingga produk diesel milik Shell dan BP sebagai respons terhadap perkembangan harga minyak dunia serta evaluasi berkala yang mengacu pada regulasi pemerintah. Sementara itu, sebagian besar produk bensin seperti Pertalite dan Pertamax tetap dipertahankan.
Daftar Harga BBM Pertamina per 23 Juli 2026
Berikut harga BBM Pertamina yang masih berlaku:
Solar Subsidi (CN 48): Rp6.800/liter
Pertalite (RON 90): Rp10.000/liter
Pertamax (RON 92): Rp16.250/liter
Pertamax Green 95: Rp17.000/liter
Pertamax Turbo (RON 98): Rp19.300/liter
Dexlite (CN 51): Rp19.700/liter
Pertamina Dex (CN 53): Rp21.150/liter
Harga BBM Shell
Untuk SPBU Shell, hingga saat ini produk yang dipasarkan masih didominasi BBM diesel.
Shell V-Power Diesel: Rp21.340/liter
Sementara produk Shell Super, Shell V-Power, dan Shell V-Power Nitro+ masih belum tersedia di sejumlah wilayah.
Harga BBM BP-AKR
Harga BBM di SPBU BP-AKR juga belum mengalami perubahan, yakni:
BP 92: Rp16.670/liter
BP Ultimate: Rp17.240/liter
BP Ultimate Diesel: Rp21.340/liter
Harga BBM Vivo
Sementara itu, Vivo Energy Indonesia masih mempertahankan harga produknya sebagai berikut:
Revvo 92: Rp16.670/liter
Revvo 95: Rp17.240/liter
Diesel Primus: Rp21.340/liter
Harga BBM Diperkirakan Masih Stabil
Pengamat menilai harga BBM pada pekan ketiga Juli cenderung stabil karena belum terdapat perubahan signifikan pada indikator yang menjadi dasar penetapan harga, seperti harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, serta formula harga yang ditetapkan pemerintah.
Seperti pada penyesuaian sebelumnya, perubahan harga BBM nonsubsidi dilakukan melalui evaluasi berkala dengan mempertimbangkan dinamika harga energi global dan keberlanjutan pasokan energi nasional. Hingga Kamis, 23 Juli 2026, belum ada informasi resmi mengenai penyesuaian harga baru sehingga masyarakat masih dapat membeli BBM dengan tarif yang berlaku sejak awal Juli. [aje]






