Pamekasan (beritajatim.com) – Sebanyak 305 warga di Pamekasan, diduga terserang penyakit campak, dan sebanyak 144 warga di lainnya dinyatakan positif terdampak campak berdasar hasil uji laboratorium.
“Pertama kali ingin meluruskan terlebih dahulu per hari ini, untuk suspek dengan tanda campak tercatat sebanyak 305 orang, dan sebanyak 144 lainnya dinyatakan positif campak,” kata Plt Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, Avira Sulistyowati, Kamis (28/8/2025).
Jumlah tersebut tersebar hampir di beberapa kecamatan di Pamekasan, dan sebagian besar di antara penderita campak dirawat di berbagai puskesmas setempat. “Untuk pasien campak sebagian besar berusia 0 hingga 5 tahun,” ungkapnya.
“Berdasar hasil investigasi yang kami lakukan, mayoritas pasien campak merupakan pasien yang tidak pernah dilakukan imunisasi campak. Termasuk data pasien yang dinyatakan positif campak,” imbuhnya.
Dari kasus tersebut, sebanyak 2 orang meninggal dunia dengan status suspek. “Dua pasien yang meninggal masing-masing pasien berusia 4 tahun yang dirawat di Puskesmas Pasean, dan selanjutnya dibawa ke RSU Mohammad Noer. Satu pasien lainnya berusia 8 bulan yang dirawat di Puskesmas Panagguan (Proppo), selanjutnya dirawat di RSUD Smart (Pamekasan),” jelasnya.
Guna menekan penyebaran penyakit tersebut, pihaknya meminta setiap fasilitas kesehatan agar segera melaporkan kasus suspek campak dalam batas waktu 24 jam untuk dilakukan progres investigasi lebih lanjut.
“Tidak kalah penting, kami juga mengingatkan agar adanya peningkatan pengawasan berbasis masyarakat. Artinya masyarakat juga berperan melaporkan atau membawa pasien terduga campak ke puskesmas terdekat untuk segera mendapatkan penanganan,” imbaunya.
Tidak hanya itu, sejauh ini pihaknya juga sudah melakukan beragam upaya untuk mengantisipasi dan menanggulangi penyebaran campak di wilayah setempat. Di antaranya melalui kegiatan imunisasi massal yang sudah dilaksanakan sejak Rabu (20/8/2025) lalu.
“Imunisasi massal ini kita lakukan di beberapa wilayah yang ditemukan kasus campak, disebar di 7 (tujuh) puskesmas berbeda di Pamekasan. Program ini menyasar sebanyak 5.016 orang dengan katagori usia 9 hingga 59 bulan,” pungkasnya.
Untuk diketahui, penyakit campak merupakan infeksi virus serius bagi anak kecil yang mudah dicegah dengan vaksin. Penyakit tersebut biasanya menyebar melalui udara dengan tetesan hasil pernafasan yang dihasilkan dari batuk atau bersin.
Gejala campak tidak muncul dalam rentang waktu 10 hingga 14 hari setelah paparan, biasanya ditandai dengan gejala batuk, pilek, mata meradang, sakit tenggorokan, demam, dan ruam kulit hingga bercak kemerahan.
Bahkan juga tidak ada pengobatan khusus untuk menyembuhkan infeksi campak yang sudah terjadi, tetapi penurun demam atau vitamin A yang dijual bebas juga dapat menjadi opsi dan dapat meringankan gejala. [pin/ted]






