Kediri (beritajatim.com) – Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menggelar rapat pengelolaan data MBG 3B, Balita Stunting, dan Catin di Ruang Kilisuci Balai Kota Kediri.
Pertemuan tersebut dihadiri perwakilan sejumlah OPD terkait, antara lain Bappeda, DP3AP2KB, Dinas Pendidikan, dan Koordinator SPPG. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pengelolaan data menjadi lebih akurat, mutakhir, dan terintegrasi.
Plt Kepala Diskominfo Kota Kediri, Rony Yusianto, menjelaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B yang menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan gizi sekaligus mencegah stunting.
Dalam hal ini, Diskominfo berperan sebagai wali data yang bertugas mengumpulkan, mengolah, menganalisis, serta mendiseminasi data lintas sektor dengan prinsip Satu Data Indonesia.
“Adapun tujuan dari kebijakan Satu Data Kota Kediri adalah untuk mewujudkan data yang akurat, mutakhir, terpadu, terintegrasi, dapat dipertanggungjawabkan, serta dapat diakses oleh pengguna data. Satu Data juga digunakan sebagai dasar perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan pengendalian pembangunan melalui perbaikan tata kelola data pemerintah di lingkup kota,” ujarnya.
Meski demikian, Rony mengakui masih ada sejumlah kendala teknis dalam implementasi, salah satunya perbedaan antara data penerima MBG 3B yang dikelola oleh SPPG dan usulan penerima yang dihimpun DP3AP2KB. Untuk itu, ia meminta data dari kedua pihak segera dikompilasi.
“Data dari DP3AP2KB dan SPPG koordinator per kecamatan dharapkan bisa dikumpulkan paling lambat hari Senin mendatang. Ini agar Dinas Kominfo dapat mengembangkan aplikasi pengelolaan data MBG yang nantinya aplikasi tersebut bisa diakses secara realtime oleh semua OPD terkait,” imbuhnya.
Rony menegaskan bahwa optimalisasi pengelolaan data akan memperkuat efektivitas intervensi khususnya dalam penanganan stunting. “Harapannya semua tugas yang berkaitan dengan pengumpulan data bisa lebih cepat diselesaikan sehingga membantu kinerja kita menjadi lebih optimal. Jadi kami mohon nanti masukan dan informasi sebanyak-banyaknya dari peserta, apa saja yang perlu kita kerjakan sebagai wali data,” pungkasnya. [nm/ian]






