Jember (beritajatim.com) – Kabupaten Jember, Jawa Timur, tidak menarik di mata investor karena minimnya infrastruktur, terutama transportasi. Bupati Muhammad Fawait berharap Pemerintah Kabupaten Jember tidak dilupakan pemerintah pusat.
“Imvestasi pada 2023 minus 51 persen karena infrastruktur kita tidak ada. Kami pelabuhan tidak punya. Bandara tidak hidup. Jalan tol tidak dilewati. Jadi Jember di mata investor itu terisolir,” kata Fawait, saat membuka acara Festival Egrang XIII Tanoker Ledokombo, di Desa Ledokombo, Kecamatan Ledokombo, Sabtu (26/7/2025).
Bupati Fawait saat ini berusaha menjadikan Jember sebagai daerah tujuan investasi dengan membuka akses transportasi dengan bantuan pemerintah pusat. “Mengandalkan APBD Jember saja tidak cukup,” katanya.
Fawait ingin meniru Banyuwangi selama sepuluh tahun kepemimpinan Abdullah Azwar Anas. “Banyuwangi bisa bangkit karena sepuluh tahun di-back ip pemerintah pusat,” katanya.
Alumnus Himpunan Mahasiswa Islam ini meminta kepada Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak IndonesiaVeronica Tan dan Wakil Menteri Usaha Mikro Kecil Menengah UMKM Helvi Yuni Moraza yang hadir dalam acara itu untuk tidak melupakan Jember.
“Mohon kalau ada kegiatan, taruhlah di Kabupaten Jember. Banyuwangi bangkit karena banyak event dari kementerian,” kata Fawait.
Saat ini, Pemkab Jember tengah berupaya mengoperasikan Bandara Notohadinegoro dalam waktu tidak terlalu lama. “Jalan tol untuk infrastruiktur kami sudah berjuang di Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional) agar dihubungkan. Alhamdulillah, dari Bondowoso-Situbondo akan direct ke Jember melewati Jember utara,” kata Fawait.
Kemiskinan terbesar di Jember, menurut Fawait, terletak di kawasan Jember utara. “Kalau ada tol harapan kami banyak investor yang akan berinvestasi di Jember utara. Insyaallah Jember utara akan lebih baik daripada hari ini,” katanya.
Selain itu, Fawait ingin perputaran ekonomi di Jember diperkuat melalui sektor pariwisata. “Kami hari ini sedang mengecek mana event-event yang bisa dijadikan agenda Pemerintah Kabupaten Jember pada 2026. Insyaallah, Festival Egrang yang dipimpin Ketua Tanoker bisa jadi event resmi Pemkab Jember,” katanya.
Jember sudah memiliki kegiatan Jember Fashion Carnival yang berskala internasional. “Mudah-mudahan ada event-event lainnya. Namun pariwisata di Jember akan jauh lebih kencang kalau kegiatan kementerian banyak yang ditaruh di Jember,” kata Fawait.
Sementara untuk sektor UMKM, Pemkab Jember sudah menyusun kebijakan untuk menyisir warga yang masuk kategori kemiskinan desil 1 dan desil 2. “Kami akan kasih pelatihan, kami akan kasih alat, dan kami akan minta mereka berjualan baik di alun-alun kecamatan, di SD maupun SMP, sehingga mereka punya penghasilan. Maka saya mohon support Kementerian UMKM,” kata Fawait.
Dengan serangkaian strategi tersebut, Fawait berharap angka kemiskinan ekstrem di Jember akan menurun. “Dengan berkurangnya kemiskinan ekstrem, saya yakin kekerasan terhadap anak dan perempuan pasti akan berkurang, karena biangnya adalah kemiskinan,” katanya. [wir]






