Jember (beritajatim.com) – Djoko Susanto, Wakil Bupati Jember, Jawa Timur, mengaku tahu kepergian Bupati Muhammad Fawait ke Amerika Serikat dari media massa. Sama sekali tidak ada pemberitahuan dari siapapun soal posisi Bupati Fawait di Amerika Serikat.
“Sampai hari ini tidak ada pemberitahuan kalau Bupati sedang bepergian ke luar negeri, baik itu dari Bupati sendiri maupun dari Sekretaris Daerah,” kata Djoko saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, di kantor Pemerintah Kabupaten Jember, Rabu (11/6/2025).
Bupati Fawait mengantongi izin Menteri Dalam Negeri Tito untuk mempresentasikan research paper dalam kegiatan North American Productivity Workshop (NAPW) XII, di Arlington, Negara Bagian Virginia, 8-15 Juni 2025.
Hermanto Rohman, pengajar Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember mengatakan, Wabup Djoko memiliki kewenangan atributif. “Kalau bupati berhalangan sementara, tugasnya akan dijalankan wakil bupati. Tidak perlu surat, karena kewenangan atributif,” katanya.
Djoko sepakat, pemerintahan Jember tidak boleh dibiarkan tanpa kepemimpinan tertinggi. “Cuma problemnya, saya tidak bisa berkomentar karena tidak diberitahukan secara layak, baik oleh Bupati maupun Sekda (jika Bupati Fawait berada di Amerika Serikat),” katanya.
“Tentu kalau cara-cara kedinasan, ya Bupati kalau meninggalkan tempat, seharusnya memberitahukan: ‘Eh, Pak Djoko, saya mau ke luar negeri, tolong ya kantornya dijaga”. Atau kalau tidak sempat, mestinya Sekda memberitahukan,” kata Djoko.
Djoko sempat memanggil Pejabat Sekretaris Daerah Jupriono dan Inspektur Ratno Cahyadi Sembada untuk meminta penjelasan siang tadi. Namun ternyata dua pejabat tersebut sedang berada di luar kota.
Hal ini semakin membuat Djoko heran. “:Kalau memang betul Bupati hari ini di luar negeri, mereka pergi ke luar kota ini atas perintah siapa atau atas izin siapa? Ini kan hal-hal yang menyedihkan. Seharusnya tidak terjadi hal-hal seperti ini. Mari kita bekerja itu sesuai sesuai dengan aturan yang ada,” katanya.
“Ini urusan pemerintahan. Urusan pemerintahan itu ya urusan administrasi. Urusan administrasi itu ya urusan persuratan, urusan tulis-menulis. Jadi bukan urusan ngerumpi,” kata Djoko.
Sebelumnya, Pejabat Sekda Jember Jupriono mengatakan, semua sudah diurus sesuai prosedur oleh Bagian Tata Pemerintahan. “Yang jelas semua mekanisme sudah dilalui, dan posisi-posisi tugas berjalan seperti biasa. Kita taat norma dan pemerintah atasan,” katanya.
Persoalan ini semakin mempertegas perselisihan antara Bupati Fawait dan Wabup Djoko Susanto sejak dilantik pada 20 Februari 2025. Dalam beberapa kali kesempatan, Djoko tidak pernah dilbatkan dalam diskusi pengambilan keputusan. Bahkan dalam dua kali sidang paripurna DPRD Jember, Fawait lebih suka menugaskan Sekretaris Daerah untuk hadir mewakilnya daripada menugasi Djoko. [wir]







17 Komentar
Kasihan pak Wabup, daripada direndahkan harga dirinya, lebih baik mundur saja sebagai Wabup pak. Masih banyak tempat mengabdi untuk Pak Djoko S.
Sbgai warga jmber .. masyarakat ingin sejahtera dan makmur.. pastiny harus diurus dg bner oleh jjaran pemerintshan.. bukan hanya wwenang bupati saja.. tpi seluruh jjarany.. klo nternsl saja tdk kompak.. kn masyarakat meragukan klnjutany warga bgmn mau makmur sejahtera ???
Org nya kan punya gelar gus.kok sgitu x tidk pamit ke wakil x.gus seharus x ngaca ke padi.tambah berisi tambah nunduk/ber akhlakul karim👍🙏 untuk p.joko yg sabar ya pak.lnjutkan kantor buptinya.allah di pangkuan Bpk
Hayo yang kompak
Jember mau di bawah kemana kalau yang memimpin tidak mau kerja sama. Ya Allah mudah mudah han
Pemimpin kita bersatu dan harmonis kayak waktu nyalon jadi bupati dan wakil bupati
Kalo sudah begini masyarakat bertanya, kenapa bupati tidak akur dengan wakilnya yaaaa….🙏🙏🙏
Jember mau di bawah kemana kalau yang memimpin tidak mau kerja sama. Ya Allah mudah mudah han
Pemimpin kita bersatu dan harmonis kayak waktu nyalon jadi bupati dan wakil bupati
Jember mau di bawah kemana kalau yang memimpin tidak mau kerja sama. Ya Allah mudah mudah han
Pemimpin kita bersatu dan harmonis kayak waktu nyalon jadi bupati dan wakil bupati
Biuh2 kudu piye terus kok ga kompak
Ada apa antara keduanya ???
Ada apa diantara keduanya, kok bs Bupati mengabaikan wabpnya.
Aneh bin heran
Belum apa” udah GK dihargai pak pak.. sakno.
Ga akurnya bupati n wabup jember karena apa?
Jangan sampai karena kepentingan pribadi ataupun partai yg mengusung mereka jadi bumerang
Ga akurnya bupati n wabup jember karena apa?
Jangan sampai karena kepentingan pribadi ataupun partai yg mengusung mereka jadi bumerang
Waduh kok begitu ya Gus Bupati. Jangan kan sampai keluar negeri dalam waktu berhari-hari. Keluar kota aja harus ada pemberitahuan pada partner nya.
Maaf ya kalau udah jangan terlalu di pikirin sekarang banyak orang yg kepingin keluar negri apalagi sayapun juga pingin keluar dari penderitaan jalan tengo aspalan yang rusak di Jember tolonglah pabrik ASPAL biar bagus dooonng wooong cilik nyuwun P Bupati jangan lupa pak bangun Jember oke
buat Bpk WABUP
LEBIH TERHORMAT Bapak mundur dngn LEGOWO, Masih banyak pekerjaan YANG LEBIH TERHORMAT yg bisa bapak kerjakan daripada bapak teruz Di DZOLIMI,,
Selebihnya srahkan saja pada Allah Yang Maha Tahu dan Maha Adil