Bangkalan (beritajatim.com) – Uang kertas baru banyak diminati warga menjelang lebaran Idul Fitri, sebab mereka biasanya membagikan uang tersebut kepada para famili. Sayangnya, tarif penukaran uang baru melonjak dibandingkan tahun lalu.
Salah satu penyedia jasa tukar uang baru, Fatimah mengaku, jelang hari raya banyak masyarakat mencari uang baru untuk ditukar. Biasanya uang tersebut akan diberikan untuk sanak saudara yang datang bersilaturahmi ke rumah.
“Alhamdulillah banyak yang cari, saya buka dari pagi sampai malam, ada saja yang tukar,” ujarnya, Rabu (26/3/2025).
Ia mengatakan, pada awal hingga pertengahan bulan, tarif penukaran uang baru yakni Rp 18 ribu per Rp 100 ribu uang baru dalam berbagai pecahan. Harga itu lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yakni Rp 15 ribu per Rp 100 ribu uang baru.
“Sebelumnya masih lumayan, Rp 18 ribu tarif tukarnya,” ungkapnya.
Namun, sejak H-7 lebaran tarif tukar uang baru mencapai Rp 20 ribu per Rp 100 ribu uang baru. Meski begitu, masih banyak peminat meski harga naik.
“Ya naik karena uangnya mulai sedikit dan pembelinya banyak. Justru H-7 banyak yang mau tukar,” pungkasnya. [sar/ian]






