Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto dan Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman yang memimpin Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada 2021-2024 mewariskan sejumlah indikator positif pembangunan. Namun masih banyak yang harus diperbaiki dan ditingkatkan.
Hal ini terungkap dari Nota Penjelasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Jember Tahun Anggaran 2024 yang dibacakan Bupati Muhammad Fawait, dalam sidang paripurna DPRD Kabupaten Jember, Senin (24/3/2025) malam.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Jember 2024 meningkat 0,51 poin dibandingkan 2023 menjadi 70,93. “Peningkatan IPM ini terjadi pada semua dimensi penyusunnya baik indeks kesehatan, indeks pendidikan maupun indeks pengeluaran per kapita per tahun yang disesuaikan,” kata Fawait.
Angka kemiskinan di Jember pada 2024, menurut Badan Pusat Statistik menurun 0,5 persen menjadi 9,01 persen dibanding tahun 2023. Jumlah penduduk miskin Kabupaten Jember pada 2023 tercatat 236.460 orang, dan setahun berikutnya berkurang menjadi 224.770 orang.
Berkurangnya angka kemiskinan ini diikuti dengan pengurangan angka pengangguran. Keharmonisan kinerja duet Hendy-Firjaun berhasil menurunkan pesentase pengangguran sebesar 0,78 persen pada 2024 menjadi 3,23 persen.
BPS mencatat jumlah pengangguran terbuka di Kabupaten Jember pada 2023 yang mencapai 59.716 jiwa berhasil dikurangi 10.296 jiwa menjadi 49.420 jiwa pada 2024.
Pembangunan era Hendy-Firjaun juga berhasil mencatatkan angka 4,86 persen pada 2024. “Pertumbuhan ekonomi tertinggi dicapai oleh lapangan usaha kategori transportasi dan pergudangan sebesar 10,41 persen. Pertumbuhan kedua dicapai kategori jasa perusahaan sebesar 6,77 persen,” kata Fawait.
Pendapatan per kaota Kabupaten Jember pada 2024 tercatat Rp 39,46 juta per tahun. Ada kenaikan 6,66 persen atau sebesar Rp 2,63 juta per tahun dibandingkan tahun sebelumnya. “Hal ini mengindikasikan adanya peningkatan rata-rata penghasilan penduduk Kabupaten Jember yang berdampak positif pada kesejahteraannya,” kata Fawait.
Meningkatnya pendapatan per kapita ini diikuti penurunan ketimpangan pendapatan atau indeks rasio gini sebesar 0,023 poin pada 2024 menjadi 0,321 poin dengan kategori ketimpangan sedang.
Capaian Visi-Misi Era Hendy-Firjaun
Dalam kesempatan itu, Bupati Muhammad Fawait juga menjelaskan capaian visi misi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Jember Tahun 2021-2026 yang dibuat pada masa pemerintahan Hendy-Firjaun.
Misi meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan semangat sinergitas dan kolaborasi dengan semua elemen masyarakat yang berbasiskan potensi daerah ditunjukkan melalui laju pertumbuhan ekonomi 4,86 persen dan indeks gini sebesar 0,321 poin.
Misi membangun tata kelola pemerintahan yang kondusif antara eksekutif, legislatif, masyarakat, dan komponen pembangunan daerah lainnya ditunjukkan dengan sejumlah capaian, di antaranya Indeks Reformasi Birokrasi mencapai 85,47 poin dengan kategori A, Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) mencapai 3,54 poin dengan kategori sangat baik.
Indeks pelayanan publik mencapai 4,62 poin dengan kategori A, Tingkat penyelesaian pelanggaran ketertiban, ketenteraman, dan keindahan (K3) sebesar 100 persen; dan tingkat integrasi program kerja DPRD dalam dokumen RPJMD dan RKPD (Rencana Kegiatan Pemerintah Daerah) sebesar 100 persen.
Indikator kinerja utama daerah pada era Hendy-Firjaun untuk misi menuntaskan kemiskinan struktural dan kultural di semua wilayah ditunjukkan melalui dua hal. Selain berupa indikator menurunnya angka kemiskinan menjadi 9,01 persen, Indeks Desa Membangun (IDM) di Jember mencapai 0,8411 poin. Jember berhasil menambah kategori desa mandirisebanyak 179 desa dan desa maju sebanyak 47 desa.
Misi keempat dalam RPJMD Pemkab Jember 2021-2026 adalah meningkatkan dan mengembangkan investasi sektor-sektor unggulan dengan berbasiskan kekayaan sumber daya alam, sumber daya manusia, dan lingkungan yang lestari.
Capain misi ini pada 2024 ditunjukkan melalui peningkatan nilai investasi berskala nasional yang mencapai Rp 1,514 triiun. Selain itu tingkat pengangguran terbuka juga turun, dan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup 63,89 poin dengan capaian 100,54 persen dibandingkan target yang ditetapkan sebesar 63,55 poin.
Misi meningkatkan pelayanan dasar berupa kesehatan dan pendidikan dengan sistem terintegrasi berhasul ditunjukkan dengan capaian Indeks Kesehatan 74,17 poin dan Indeks Pendidikan (HLS) 13,50 poin.
Sementara capaian misi meningkatkan kualitas dan ketersediaan infrastruktur publik yang merata di semua wilayah Jember ditunjukkan dengan 85,78 persen kalan kabupaten berkondisi baik, 84,19 persen rumah tangga bersanitasi aman, dan 97,3 persen rumah tangga berakses air minum.
Misi terakhir adalah pengembangan potensi pariwisata dengan mengedepankan kearifan lokal dan pelestarian budaya. Indikator kinerja utama daerah untuk misi ini ditunjukkan melalui peningkatan jumlah kunjungan wisata sebesar 164,69 persen atau menjadi sebanyak 1.222.679 orang pada 2024.
“Tentunya kita patut bersyukur, bahwa selama ini Kabupaten Jember terus mengalami kemajuan yang merupakan hasil dari kebersamaan, dukungan, dan partisipasi seluruh pihak,” kata Fawait.
Fawait memuji Pemerintah Kabupaten Jember era Hendy-Firjaun yang terus membangun dan memberdayakan masyarakat. “Capaian kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas kepemimpinan mereka mampu memastikan Kabupaten Jember menjadi kabupaten yang adil, sejahtera, unggul dan berakhlak sesuai visi RPJMD 2021-2026,” katanya. [wir]






