Lamongan (beritajatim.com) – Akademisi Universitas Islam Lamongan (Unisla), Abid Muhtarom, menyebut pasangan calon (Paslon) nomor urut 2, Yuhronur Efendi-Dirham Akbar Aksara (Yes-Dirham), lebih unggul dalam debat publik ketiga Pilbup Lamongan 2024.
Debat yang berlangsung di Convention Hall Arief Rahman, Surabaya, Kamis malam (21/11/2024), ini menjadi ajang kedua Paslon untuk memaparkan visi dan misi mereka terkait pembangunan daerah, pertanian, tata ruang hijau, dan tantangan sosial.
Abid, yang juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unisla, menilai penyampaian visi Yes-Dirham lebih sistematis dan berbasis data konkret. Dalam sektor pertanian, mereka mengusung program diversifikasi berbasis kearifan lokal, pengembangan lumbung pangan, serta digitalisasi pasar untuk menjaga stabilitas harga.
“Program mereka juga mencakup pengembangan infrastruktur pertanian modern dan pemberian beasiswa kepada generasi muda untuk mendorong pemanfaatan bonus demografi,” kata Abid, Jumat (22/11/2024).
Selain itu, Yes-Dirham menargetkan minimal 30 persen tata ruang hijau dari luas wilayah Lamongan, dengan komposisi 20 persen untuk ruang terbuka hijau (RTH) publik dan 10 persen untuk RTH privat. Mereka juga berjanji merevitalisasi Alun-alun Gajah Mada sebagai pusat kegiatan masyarakat.
Di bidang sosial, Yes-Dirham menonjolkan pendekatan berbasis data. Mereka memanfaatkan indeks kesalehan sosial Lamongan yang berada di atas rata-rata sebagai bukti keberhasilan strategi sosial mereka.
Tak hanya itu, Yes-Dirham menghadirkan program inovatif seperti inkubator bisnis “Max Hub” yang fokus pada pemberdayaan pemuda melalui entrepreneurship dan maxpreneurship. Program ini bahkan melibatkan 20 persen santri sebagai peserta aktif, memberikan peluang lebih luas bagi generasi muda untuk berkembang.
Menurut Abid, pasangan Abdul Ghofur-Firosya Shalati (Bagus) menekankan pentingnya pemberdayaan pemuda di sektor pertanian dan penguatan keharmonisan sosial melalui forum antaragama. Namun, Abid mencatat bahwa program mereka dalam pembangunan daerah dan interkonektivitas masih kurang konkret.
“Pelatihan berbasis Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan pengembangan ekonomi berbasis kearifan lokal disebutkan sebagai program jangka panjang, tetapi detail implementasinya masih perlu diperjelas,” jelas Abid.
Secara keseluruhan, Abid menilai Yes-Dirham lebih unggul dalam debat kali ini. Penjelasan yang terstruktur, program-program yang terukur, serta visi realistis membuat mereka tampil sebagai pasangan yang siap memimpin Lamongan dengan pendekatan strategis.
“Pilbup Lamongan 2024 adalah momen penting bagi masyarakat untuk memilih pemimpin terbaik yang mampu membawa perubahan positif bagi daerah tercinta,” tutup Abid. [fak/beq]






