Jember (beritajatim.com) – Banyak pihak yang menanti nasib pembahasan dan pengesahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Jember Tahun Anggaran 2025, setelah Sekretaris Daerah Hadi Sasmiito ditahan Kepolisian Daerah Jawa Timur karena kasus dugaan korupsi baliho.
Posisi Hadi Sasmito sangat strategis dalam pembahasan dan pengesahan APBD 2025. Dia adalah Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah yang membahas rencana anggaran bersama Badan Anggaran DPRD Kabupaten Jember.
Begitu Hadi ditahan, maka pembahasan Kebijakan Umum Anggaran-Plafon Prioritas Anggaran Sementara pun macet. “Padahal batas akhir paripurna APBD 2025 adalah 30 November 2024,” kata Ketua DPRD Jember Ahmad Halim.
Sejak awal November lalu, Halim sudah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan pemerintah atasan untuk menentukan langkah selanjutnya. “Kami menunggu keputusan Pemprov Jatim,” katanya.
Ketua Fraksi Partai Gerindra Hanan Kukuh Ratmono berharap pembahasan segera dilanjutkan dan penunjukan pejabat sekda segera diselesaikan. “Secara prinsip sebenarnya sebelum Pak Sekda (Hadi) ditahan, sudah ada titik temu,” katanya.
Empat komisi di DPRD Jember sudah melakukan penyelarasan dengan masing-masing organisasi perangkat daerah yang menjadi mitra kerja. “Pimpinan sudah sempat menyampaikan ke TAPD,” kata Hanan.
Hanan berharap lanjutan pembahasan segera dilakukan. “Kami siap pembahasan dilakukan siang dan malam. Sebelumnya sudah disepakati dengan Sekda (Hadi Sasmito) untuk membahas siang malam agar segera selesai,” katanya.
Pejabat Sementara Bupati Imam Hidayat sudah menunjuk Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Arief Tjahjono menjadi Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Kabupaten Jember. “Kami menunjuk pelaksana harian sehingga tidak ada ‘lack’ administrasi yang nantinya membebani kita pada masa mendatang,” katanya.
Imam berharap Arief bisa melaksanakan kegiatan dengan baik. Arief juga diharapkan bisa mengorkestrasi organisasi perangkat daerah di Kabupaten Jember. “Dengan demikian tidak ada gap antara kegiatan satu dengan yang lain. Semua yang direncanakan, mekanisme-mekanisme penganggaran bisa kita lakukan secara lebih baik lagi,” katanya. [wir]






