Batu (beritajatim.com) – Ketua Umum KONI Kota Batu, Sentot Ari Wahyudi, menyoroti besarnya potensi Kota Batu di bidang olahraga prestasi dan sport tourism.
Ia berharap pemimpin Kota Batu mendatang mampu memaksimalkan sumber daya yang ada untuk meningkatkan perkembangan olahraga di wilayah tersebut.
Menurut Sentot, Kota Batu memiliki beberapa cabang olahraga (cabor) unggulan, seperti paralayang, balap sepeda downhill, dan arung jeram.
“Kita ini punya segalanya, dari olahraga udara, darat, hingga sungai. Kondisi alam Kota Batu sangat mendukung ketiga cabor ini. Tidak banyak daerah yang punya potensi seperti ini,” jelas Sentot.
Saat ini, ada sekitar 30 cabang olahraga yang berada di bawah naungan KONI Kota Batu, yang menunjukkan betapa beragamnya potensi olahraga di kota ini. Bahkan, beberapa di antaranya telah meraih prestasi gemilang di tingkat regional, nasional, hingga internasional.
“Kami tidak hanya berbicara soal potensi, tapi juga prestasi. Atlet-atlet Kota Batu sudah meraih kemenangan di berbagai kompetisi, mulai dari Kejuaraan Provinsi (Kejurprov), Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim, hingga Kejurnas dan Pekan Olahraga Nasional (PON),” tambah Sentot.
Salah satu prestasi gemilang datang dari cabang paralayang. Jafro Megawanto, atlet asal Kota Batu, telah mencatatkan namanya di kancah nasional dan internasional. Jafro menjadi juara dunia pada Paragliding Accuracy World Championship 2019 di Vrsac, Serbia. Selain itu, ia juga berhasil membawa pulang dua medali emas di PON Jawa Barat pada 2016.
“Walaupun dengan keterbatasan sarana dan prasarana, Kota Batu telah menunjukkan bahwa kami bisa melahirkan atlet-atlet berkualitas yang mampu mengharumkan nama kota ini. Dukungan dari pemerintah daerah sangat penting untuk terus mengembangkan potensi ini, agar lebih banyak bibit atlet unggul dari Kota Batu yang muncul,” ujar Sentot.
Benar saja, sampai saat ini Kota Batu tak memiliki sarpras yang representatif hampir di semua cabor. Menurut Sentot, kendala inilah yang harus diupayakan untuk menunjang pembinaan dan pencapaian prestasi para atletnya. Masalah ini pula yang akan menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi calon pemimpin Kota Batu mendatang.
Di mata Sentot, saat ini calon Wali Kota nomor urut 2, Firhando Gumelar, merupakan sosok yang memiliki kepedulian dan perhatian besar terhadap pengembangan dan pembinaan atlet berprestasi di Kota Batu.
“Selain memiliki program yang jelas terkait olahraga prestasi, Firhando menunjukkan betapa besarnya energi dan semangat yang ia miliki untuk membangun olahraga Kota Batu. Kita butuh pemimpin muda yang visioner seperti ini,” ujar Sentot.
Sentot mengaku telah beberapa kali bertemu dengan Firhando. Ketua KONI ini berkali-kali pula dibuat terkejut dengan pemikiran-pemikirannya yang jauh ke depan terkait bagaimana dan apa saja upaya yang dibutuhkan untuk menjadikan olahraga di Kota Batu lebih maju.
“Contohnya saat beliau memikirkan pembangunan Sport Center dan bagaimana dampak positifnya bagi atlet-atlet muda serta masyarakat di Kota Batu,” tuturnya.
Baginya, pemikiran-pemikiran seperti ini dibutuhkan. Sebab, dengan adanya Sport Center di Kota Batu akan memberikan harapan dan semangat kepada atlet di kota ini untuk menjalani pembinaan secara berkelanjutan, yang outputnya akan muncul atlet-atlet muda potensial yang akan berkontribusi nyata pada perkembangan olahraga di Kota Batu.
Ekses lainnya, dengan semakin meningkatnya sarpras olahraga di Kota Batu akan memberikan wadah sekaligus saluran positif bagi anak-anak muda setempat. Menurutnya, hal ini penting untuk menghindarkan mereka dari pengaruh negatif narkoba atau hal-hal lain yang bisa merusak generasi muda Kota Batu.
“Selain itu, kalau kita punya sport center, saya yakin sport tourism di Kota Batu juga ikut terangkat. Contohnya ketika kami menggelar Kejurprov Wushu yang berlangsung 10-13 Oktober 2024, okupansi hotel dan penginapan di Kota Batu naik pesat. Meski belum ada survei, saya yakin kunjungan ke tempat-tempat wisata juga terimbas positif,” jelas Sentot.
Keberadaan Sport Center di Kota Batu ini dipercaya tak hanya akan menjadikan dunia olahraga Kota Batu memiliki wadah untuk melakukan pembinaan berjenjang, tapi juga menyedot animo pelaku dan pegiat olahraga daerah-daerah lain untuk datang ke Kota Batu.
“Dengan sarpras olahraga yang belum representatif seperti ini saja kita jadi jujukan. Dari dulu sampai sekarang, tidak jarang beberapa cabor yang menggelar pemusatan latihan di sini. Mulai Puslatda Jatim sampai timnas sepak bola Indonesia sering TC di Kota Batu. Bayangkan bila kita punya sport center, mereka pasti semakin senang datang ke sini. Pemkot juga diuntungkan karena ada kontribusi yang jelas dari biaya sewa atau pemakaiannya,” papar Sentot.
Di matanya, Firhando Gumelar mempunyai perhatian lebih mengenai hal itu, termasuk bagaimana mengelola venue arung jeram yang selama ini dikelola ala kadarnya. Padahal, jika venue-venue tersebut dikelola dengan lebih baik, dipenuhi fasilitasnya seperti yang diharapkan Firhando, ia yakin tidak hanya kemampuan atletnya yang akan terasah, tapi juga menarik minat wisatawan.
“Jadi saya melihat Mas Firhando Gumelar ini mempunyai visi dan misi yang bagus dan konkret. Ia juga memahami masalah, potensi yang ada dan bagaimana jalan keluar atau cara pengembangannya. Saya rasa, di Pilkada Batu nanti masyarakat Kota Batu jangan sampai salah pilih. Karena menurut saya, Mas Firhando mempunyai visi-misi yang luar biasa terhadap olahraga dan sport tourism di Kota Batu. Karena muara dari semua itu untuk kesejahteraan masyarakat Kota Batu,” pungkasnya. (ted)






