Jember (beritajatim.com) – Hendy Siswanto Center, tim sukses pasangan Hendy Siswanto dan Muhammad Balya Firjaun Barlaman. menilai kampus cocok untuk menguji gagasan dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) di Kabupaten Jember, Jawa Timur.
“Kalau ada ruang, kami akan ke sana untuk menguji gagasan-gagasan dan program kerja yang akan disampaikan kepada publik. Saya kira tempat yang paling strategis untuk menguji gagasan adalah dunia kampus,” kata Ketua HSC Ahmad Hanafi, Rabu (11/9/2024).
HSC ingin kampus berkontribusi dalam pembentukan karakter masyarakat Jember yang lebih rasional. “Nah, untuk masyarakat Jember yang lebih rasional, maka kami harus menyampaikan kampanye yang menjual gagasan dan tidak kemudian mendengungkan kampanye yang hanya menggugah emosi pemilih. Kami ingin mengajak melalui kampanye yang rasional,” kata Hanafi.
Salah satu cara membangun rasionalitas pemilih sudah dilakukan Hendy-Firjaun melalui pemerbitan buku saku digital yang berisi capaian pembangunan di Jember pada rentang waktu 2021-2023. Hanafi menegaskan, buku saku digital tersebut adalah cara untuk mengajak masyarakat berpikir rasional.
“Itu sudah dipublikasi. Ayo dikritisi bareng-bareng, ke depan apa yang harus kita pertajam, apa yang harus kita prioritaskan. Tentunya dengan melihat kemampuan anggaran,” kata Mantan komisioner Komisi Pemilihan Umum Jember ini.
Universitas Jember membuka pintu bagi calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Jember untuk berkampanye di dalam kampus tersebut. Namun rektorat Unej masih menanti detail teknis dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Terbukanya ruang berkampanye di kampus ini dikarenakan Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonan dua mahasiswa Universitas Indonesia, Selasa (20/8/2024). Hakim MK M Guntur Hamzah di persidangan menyatakan, pengecualian larangan kampanye di kampus dimaksudkan untuk memberikan kesempatan civitas akademika menjadi lokomotif penyelenggaraan kampanye.
Kampanye di kampus, menurut hakim Guntur, membuka kesempatan kampanye dialogis secara lebih konstruktif di tempat berkumpulnya pemilih pemula dan pemilih kritis. [wir]






