Blitar (beritajatim.com) – Puluhan warga Desa Sambong Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar rela antre berjam-jam di pangkalan gas demi mendapatkan elpiji 3 Kg. Hal ini dipicu pembatasan dalam pembelian elpiji.
Menurut warga, sejak Hari Raya Iduladha kemarin gas elpiji 3 kilogram langka. Sejak saat itu pula warga mulai rela antre di sejumlah pangkalan demi bisa membeli gas elpiji 3 kilogram.
“Ini tadi saya dari jam 7 pagi sampai jam 9 ini belum dipanggil untuk mendapatkan gas elpiji, pembeliannya juga dibatasi,” ungkap yanto, warga Sambong, Sabtu (20/7/2024).
Selain harus antre berjam-jam, pembelian gas elipiji 3 kilogram juga dibatasi oleh pangkalan. Saat ini warga atau pengecer hanya bisa membeli 5 tabung gas elpiji 3 kilogram.
Padahal jauh sebelum Hari Raya Iduladha kemarin, pembelian gas elpiji 3 kilogram dibebaskan. Warga pun bisa membeli gas elpiji tanpa dibatasi jumlahnya.
“Ini cuma diatasi 5 tabung gas saja, mau gak mau, kalau tidak antre ya tidak dapat gas lo mas gimana lagi,” ungkapnya.
Hal senada dungkapkan oleh Sunarmi. Ibu rumah tangga tersebut mengaku sudah antre selama 2 jam lebih namun ia juga belum mendapatkan gas elpiji.
Melihat antrean yang begitu banyak dan stok gas elpiji 3 kilogram yang terbatas, dirinya pun khawatir tidak mendapatkan jatah. Ia hanya bisa berharap pasokan gas elpiji bisa kembali normal seperti dulu.
“Antre dari pagi, sampai sini antreannya sudah segini banyak, kalau tidak antre juga tidak dapat gas lho, yo wis, akhirnya tetep ditunggu ini,” keluhnya.
Permasalahan kelangkaan gas elpiji 3 kilogram ini terjadi bukan di satu pangkalan saja. Menurut warga sejumlah pangkalan sekitar juga mengalami hal yang sama.
“Kemarin di pangkalan yang sana juga sama,” pungkasnya.
Meski langka dan dibatasi namun harga gas elpiji 3 kilogram masih sama yakni Rp16 ribu per tabungnya.
Terkait kelangkaan gas elpiji 3 kilogram, sebelumnya Section Head Communication and Relation Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Taufiq Kurniawan telah angkat bicara. Menurutnya selama ini Pertamina tidak pernah mengurangi pasokan gas elpiji 3 kilogram.
“Itu karena warga mencarinya di pengecer sementara di Blitar tersedia pangkalan yang jumlahnya baik Kota atau Kabupaten itu minimal 2 sampai 3 pangkalan per desa,” kata Taufiq Kurniawan, Selasa (16/7/2024).
Namun pada kenyataanya kelangkaan gas elpiji 3 kilogram masih terjadi di masyarakat Blitar. [owi/beq]






