Ponorogo (beritajatim.com) – Seperti tahun-tahun sebelumnya, lagi-lagi Sekolah Dasar (SD) Negeri di Kabupaten Ponorogo sepi peminat dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2024. Banyak sekolah dengan pagu siswa yang tidak terpenuhi. Bahkan ada sekitar 5 SD Negeri yang sama sekali tidak mendapatkan siswa.
Keadaan itupun juga menjadi sorotan bagi wakil rakyat di DPRD Ponorogo. Salah satunya Relelyanda Solekha, Sekretaris Komisi D DPRD Ponorogo.
Menyikapi sepinya peminat untuk SD Negeri, politisi dari PDI Perjuangan itu mengingatkan kembali pentingnya inovasi. Inovasi dalam sistem pengajaran di SD Negeri untuk menarik minat para orangtua. Hal ini menjadi sorotan mengingat banyaknya orangtua yang lebih memilih sekolah yang menawarkan pelajaran agama yang lebih lengkap, tidak hanya sekedar bidang studi agama.
“Sering kali kami mengingatkan Dinas Pendidikan (Dindik) untuk mengimbau SD Negeri agar selalu menginovasi sistem mengajar. Hal ini tentu untuk menjadi daya tarik bagi para orangtua, agar mau menyekolahkan anak di SD negeri terdekat,” ungkap Lely sapaan akrab Relelyanda Solekha, Jumat (19/7/2024).
Menurut Lely, para orangtua sekarang cenderung memilih sekolah yang memberikan pelajaran agama yang lebih komprehensif. Mereka menganggap ilmu agama sangat penting, sebagai bekal hidup anak-anak mereka kelak. Hal itulah yang dirasa kurang ditawarkan oleh SD negeri.
“Orangtua menganggap ilmu agama sangat penting untuk bekal hidup anak mereka, dan itu tidak ditawarkan SD Negeri,” katanya.
Selain inovasi dalam sistem pengajaran, Lely juga menekankan pentingnya kerjasama antara SD Negeri dengan Taman Kanak-kanak (TK) setempat menjelang pendaftaran siswa baru. Hal ini penting untuk meyakinkan para orangtua, untuk menyekolahkan anaknya ke SD Negeri.
“Pihak sekolah hendaknya kooperatif dengan TK-TK setempat, bersosialisasi agar menarik para orangtua untuk menyekolahkan anak di SD tersebut,” tambahnya.
Untuk mengatasi masalah kekurangan siswa yang dialami oleh berbagai sekolah negeri di Ponorogo, Lely menyatakan bahwa dalam waktu dekat, Komisi D DPRD Ponorogo akan memanggil Dindik. Pertemuan ini bertujuan untuk mendengarkan konfirmasi dari pihak dinas serta berdiskusi mengenai upaya-upaya yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan masalah tersebut.
“Kami mungkin dalam waktu dekat akan memanggil dinas untuk mendengarkan konfirmasi dari pihak dinas serta berdiskusi tentang upaya-upaya menyelesaikan masalah kekurangan siswa diberbagai sekolah negeri di Ponorogo,” pungkasnya. [end/beq]






