Malang (beritajatim.com) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang (FEB Unisma) menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk meng-upgrade atau meningkatkan kualitas pendidikan melalui perbaikan kurikulum. FGD tersebut bertema ‘Pengembangan Kurikulum Audit & Fraud di Era Digital’ pada Kamis (11/7/2024) lalu.
Acara ini dihadiri Prof Tarjo, SE, Msi, CSRS, CRP, CFE, CfrA, CPA, yang merupakan narasumber dari ACFE Indonesia dan sekaligus Guru Besar FEB Universitas Trunojoyo. Diskusi difokuskan pada pentingnya memasukkan aspek audit dan fraud dalam kurikulum.
Prof Tarjo menanggapi kompleksitas kasus fraud yang semakin merajalela, utamanya sektor perbankan dan penggunaan laporan keuangan yang tidak etis. Menurutnya kasus korupsi yang semakin masif memberi dampak negatif yang signifikan, baik lingkup maupun dari sisi moneter.
“Pendidikan yang menyeluruh tentang pengenalan, identifikasi, dan mitigasi terhadap fraud mutlak diperlukan. Pengembangan kurikulum bisa dilakukan dengan menambahkan matakuliah baru seperti Audit Forensik, atau memperkaya matakuliah pilihan,” ungkap dosen di Universitas Trunojoyo Madura ini.
Melalui FGD ini disorot bahwa pengembangan kurikulum. Mata kuliah pilihan yang bisa diperkaya seperti data analitik atau dengan memperkuat materi yang relevan dalam matakuliah yang sudah ada.

Acara yang berlangsung mulai pukul 13.00 hingga 15.00 WIB tersebut dilaksanakan di Ruang E1.01 Gedung E FEB UNISMA. Forum ini dihadiri oleh seluruh pimpinan FEB serta sejumlah dosen tim kurikulum dari Program Studi (Prodi) Akuntansi, Manajemen, dan PBS.
Pimpinan FEB Unisma menyambut baik gagasan untuk terus mengembangkan kurikulum yang responsif terhadap perkembangan zaman. Dekan FEB Unisma, Nur Diana, SE., M.Si., berharap hasil dari FGD ini dapat menjadi landasan untuk penyusunan kurikulum yang lebih komprehensif.
“Harapannya lulusan kami memberikan kontribusi positif dalam mencegah dan menanggulangi fraud di masa depan. Dengan kerja sama antara akademisi, praktisi, dan pihak industri, kami harap mempertahankan kualitas pendidikan yang unggul dan menghasilkan lulusan berdaya saing tinggi dalam bidang ekonomi dan bisnis,” jelas Nur Diana. [dan/beq]






