Malang (beritajatim.com) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang (FEB Unisma) mengadakan workshop dan pelatihan Audit Tools and Linked Archives System atau disingkat ATLAS. Acara ini diadakan atas kerja sama dengan Kantor Akuntan Publik Hari Purnomo & Jaswadi (KAP HJA) dengan diikuti 100 mahasiswa semester akhir program studi akuntansi.
Dekan FEB UNISMA Nur Diana SE, MSi, CMA, CBV, CERA menyatakan bahwa workshop ini untuk membantu akuntan publik dan kantor akuntan publik dalam memenuhi standar audit. Implementasikan ATLAS ini juga akan membantu semakin sedikit yang dikenakan sanksi bagi akuntan publik maupun kantor akuntan publik.
“Era industri 5.0 serba digital saat ini, auditor dituntut untuk mengikuti perkembangan teknologi untuk mendukung dan mempermudah pekerjaannya. ATLAS hadir sebagai jawaban untuk otomatisasi tugas berulang mahasiswa jurusan akuntansi agar punya knowledge dan skill untuk menguasai ATLAS,” kata Dekan soal acara pada 4 – 5 Juli 2024 lalu.
Menurut Diana, aplikasi ATLAS menjadi perkakas audit berbasis Microsoft Excel untuk kantor akuntan publik. Fitur ini bertambah kaya setelah sebelumnya November 2017, ATLAS diperkenalkan dengan fitur penaksiran risiko (risk assessment).
“ATLAS versi terbaru ini mengakomodasi tahapan respons risiko (risk response) dan pelaporan (reporting) dalam audit. Tujuan ATLAS adalah untuk membantu akuntan publik dan Kantor akuntan publik dalam memenuhi standar audit,” ungkap dekan lulusan S1 UB ini.
Pemenuhan standar profesional terekam dalam kertas kerja audit yang dalam pengawasan yang dilakukan oleh Menteri Keuangan merupakan dokumentasi yang diperiksa oleh Pusat Pembinaan Profesi Keuangan (PPPK). Menurutnya, kegiatan ini efektif untuk memberikan ilmu kepada mahasiswa akuntansi.
Diharapkan FEB Unisma dapat mencetak lulusan yang kompeten, adaptif, dan mumpuni bekerja di kantor akuntan publik khususnya sebagai auditor. Seiring dengan pengembangan yang dilakukan terus menerus, aplikasi ini diharapkan dapat digunakan oleh semua level pengguna.
“Ya bisa digunakan semua kalangan mulai dari staf pemula hingga rekan akuntan publik, serta agar dapat terjalin kerja sama antara praktisi dan akademisi untuk berbagi kiat praktik audit berbasis risiko yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” jelas Diana.
Workshop yang dilaksanakan oleh Unit CPA Test Center ini juga diharapkan bisa menyiapkan para mahasiswa lulusan prodi Akuntansi Fakultas agar siap bekerja setelah lulus dan siap digunakan oleh kantor akuntan publik. Mereka sudah dibekali menguasai soft skill untuk pengoperasian aplikasi ATLAS.
Hal ini penting bagi lulusan prodi Akuntansi FEB Unisma karena aplikasi ini merupakan aplikasi resmi yang diluncurkan oleh pihak regulator yaitu Pusat Pembinaan Profesi Keuangan (PPPK). PPPK merupakan bagian dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
Dengan workshop ini, diharapkan lulusan Prodi akuntansi FEB UNISMA yang telah mendapatkan Full Accredited dari FIBAA Jerman dan Akreditasi Unggul dari LAMEMBA mempunyai keunggulan bersaing dibandingkan dengan lulusan universitas lain.
“Kami rutin mengadakan pelatihan ATLAS setiap semester agar mahasiswa Prodi Akuntansi FEB Unisma dapat memperoleh value dari kegiatan seminar dan workshop yang digelar selama dua hari ini,” tutup Dekan. (dan/ian)






