Lumajang (beritajatim.com) – Pemeriksaan kesehatan yang ketat sebelum keberangkatan ke tanah suci menghasilkan profil jemaah haji Lumajang tahun ini lebih muda dan sehat.
Mayoritas jemaah berusia di bawah 60 tahun, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya di mana terdapat jemaah lansia bahkan hingga usia 103 tahun.
Kepala Kantor Kemenag Lumajang, Muhammad Muslim, menjelaskan bahwa calon jemaah haji yang tidak lulus pemeriksaan kesehatan (istithaah) tidak diperbolehkan melunasi biaya haji.
Hal ini mendorong banyak calon jemaah lansia dan berisiko tinggi untuk tidak diberangkatkan, dan memicu peningkatan jumlah jemaah berusia di bawah 60 tahun.
“Calon jemaah haji tertua tahun ini berusia 89 tahun dan termuda 18 tahun. Ini hasil dari pemeriksaan istithaah kesehatan yang semakin ketat. Sehingga jemaahnya muda-muda, kalau tahun lalu ada yang umurnya 103 tahun,” ungkap Muslim.
Pada tahun 2023, jumlah total jemaah haji Lumajang tercatat 790 orang. Tahun ini, jumlahnya meningkat menjadi 923 orang, yang terdiri dari 890 jemaah haji reguler, 12 mutasi, 10 antar provinsi, 6 petugas haji daerah, 4 pembimbing ibadah, dan 1 jemaah kloter 40 Jember yang berangkat terlebih dahulu.
Sebanyak 366 orang calon jemaah haji tergabung dalam kloter 47 dan 48, sementara 190 orang calon jemaah haji tergabung dalam kloter 51. Semua jemaah akan diberangkatkan dari Kabupaten Lumajang menuju Asrama Haji di Surabaya dan diperkirakan tiba pada jam 9 malam, sebelum akhirnya lepas landas ke Arab Saudi untuk melaksanakan ibadah haji. (ted)






