Jakarta (beritajatim.com) – PT Brantas Abipraya (Persero) terus berkomitmen untuk mendukung Pemerintah dalam memenuhi kebutuhan air di Indonesia.
Salah satu upayanya adalah dengan membangun Bendungan Bagong di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.
Bendungan Bagong merupakan bendungan multifungsi yang memiliki fungsi utama sebagai pengairan irigasi. Bendungan ini akan meningkatkan Daerah Irigasi (DI) di Trenggalek seluas 867 hektare.
“Kami optimistis dapat menyelesaikan pembangunan bendungan ini tepat waktu, agar masyarakat Trenggalek dan sekitarnya dapat segera merasakan manfaatnya,” ujar Muhammad Toha Fauzi, Direktur Operasi I Brantas Abipraya.
Bendungan Bagong terletak di Desa Sumurup dan Sengon, berjarak 10 kilometer dari pusat kota Kabupaten Trenggalek. Bendungan ini mendapatkan sumber air dari Sungai Bagong dengan luas Daerah Aliran Sungai (DAS) 39,95 kilometer persegi.
Bendungan Bagong memiliki tinggi puncak inti tegak 82 meter dan panjang 678 meter. Bendungan ini memiliki kapasitas tampung 17,40 juta meter kubik. Selain untuk pengairan irigasi, bendungan ini juga berfungsi sebagai pengendali banjir, sumber air baku, dan berpotensi menjadi destinasi baru pariwisata.
“Bendungan Bagong merupakan upaya kami dalam memitigasi krisis air dan kekeringan yang terjadi akibat climate change,” ujar Sugeng Rochadi, Direktur Utama Brantas Abipraya.
Selain bendungan, Brantas Abipraya juga membangun embung dan jaringan irigasi untuk mendukung ketahanan pangan dan ketahanan air di Indonesia.
“Brantas Abipraya akan terus menunjukkan komitmennya dalam memajukan sektor infrastruktur, salah satunya dalam pembangunan sumber daya air,” tutup Sugeng Rochadi. (ted)






