Jakarta (beritajatim.com) – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengapresiasi investasi PT HM Sampoerna Tbk. di sektor UMKM melalui beragam pembinaan. Langkah tersebut dinilai mampu membuka lapangan kerja serta menciptakan nilai tambah.
Hal itu disampaikan Sandiaga saat menjadi pembicara dalam talkshow Inovasi dan Digitalisasi Enterpreneur untuk Akselerasi Lanjutan (IDEAL) pada Kamis (19/10/2023). Talkshow ini merupakan puncak dari rangkaian Program UMKM Indonesia untuk Transformasi Digital yang berlangsung di Gedung BJ Habibie, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
“Sampoerna, misalnya, berinvestasi di Tanah Air untuk memberikan nilai tambah dan menciptakan lapangan kerja,” ujar Sandiaga.
Sandiaga mengatakan, upaya pemerintah dalam membantu UMKM merupakan amanat dari Pasal 33 UUD 1945. Sehingga usaha membantu UMKM adalah langkah prioritas yang harus dilakukan.
“Kemenparekraf yakin ekonomi kreatif adalah ekonomi masa depan Indonesia,” kata Sandiaga.
Apresiasi Sandiaga itu tidak lepas dari sejumlah inisiatif program pemberdayaan UMKM yang dilakukan Sampoerna melalui Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) di bawah Payung Program Keberlanjutan “Sampoerna Untuk Indonesia”.
Sandiaga memuji kolaborasi yang dilakukan SETC, BRIN, mitra tanggung jawab sosial perusahaan Yayasan Inovasi Teknologi Indonesia (INOTEK) untuk meningkatkan kapasitas UMKM. Menurutnya, dengan jumlah UMKM Indonesia sangat besar, terdapat tanggung jawab besar juga untuk membantu para pelaku UMKM agar naik kelas dan menjadi besar.
BACA JUGA:
Menparekraf Dukung Konser Kolaborasi Ronan Keating dan Putri Ariani
“Dengan jumlah UMKM di Indonesia mencapai 64 juta, wadah edukasi meningkatkan kapasitas UMKM sangat terbuka. Jumlah UMKM yang besar juga menjadi pekerjaan rumah agar UMKM bisa naik kelas dan menjadi besar,” kata Sandiaga.
Sandiaga lantas memberikan tiga tips agar UMKM bertumbuh yakni selalu melakukan inovasi, adaptasi terhadap perubahan dan aktif berkolaborasi ketimbang kompetisi.
“Tidak lupa Sandiaga mengajak UMKM untuk selalu memiliki semangat 3G, yakni Gercep atau gerak cepat; Geber atau gerak bersama; dan Gaspol atau garap semua potensi online untuk menciptakan perubahan dan transisi menuju Indonesia Emas 2045,” imbuhnya.
Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko, yang juga menjadi panelis pada acara IDEAL, mengatakan bahwa modal utama UMKM ialah kreativitas. Jika ingin naik kelas, UMKM butuh sentuhan teknologi. Penerapan teknologi bagi UMKM sejatinya tidak rumit karena banyak teknologi sederhana tetapi tepat guna.
“Teknologi itu tidak selalu hal yang rumit-rumit. Yang simpel justru banyak. Simpel, sederhana, tapi kena, itu kuncinya,” ujar Laksana.
Untuk menerapkan teknologi tepat guna, UMKM perlu dihubungkan dengan pihak yang bisa menyelesaikan masalah tersebut. BRIN terbuka bagi UMKM yang ingin berkonsultasi dan memanfaatkan fasilitas, dengan catatan bisa bekerja sama, seperti yang dilakukan bersama SETC dan INOTEK.
Sementara itu, Direktur Sampoerna Elvira Lianita mengatakan, Sampoerna senantiasa berkomitmen untuk mengembangkan UMKM yang merupakan tulang punggung ekonomi nasional. Saat ini, salah satu tantangan utama bagi UMKM agar dapat berkembang ialah akses pasar.
“Oleh karena itu, kami berupaya menjawab tantangan tersebut melalui rangkaian kegiatan pendampingan UMKM dengan lebih dari 36 topik pelatihan, termasuk digitalisasi, legalitas usaha, QRIS, dan lainnya. Tujuannya ialah memperluas akses pasar hingga pengembangan bisnis bagi para UMKM peserta,” ujar Elvira.
Elvira mengatakan, Sampoerna percaya bahwa digitalisasi dan pendampingan ialah kunci untuk mendukung UMKM agar semakin berdaya dan dapat menjadi bagian dari rantai pasok global.
Sebagai informasi, program kolaborasi yang bertujuan meningkatkan kapasitas dan mendorong UMKM go digital ini menyasar sekitar 1.000 UMKM di wilayah DKI Jakarta dan Banten.
Program ini telah membantu para pelaku UMKM onboard di marketplace dan media sosial. Lebih dari 500 UMKM memiliki QRIS dan barcode produk, lebih dari 800 memiliki legalitas usaha dan lebih dari 30 UMKM yang produknya dipromosikan melalui kegiatan Nusantara Festival (B1GI).
Pada program ini, penyelenggara juga memilih 10 UMKM terbaik untuk mengikuti bootcamp. Mereka menampilkan proposal bisnisnya (business pitching) di hadapan juri yang kompeten pada bidangnya masing-masing.
Pada acara puncak IDEAL 2023, terpilih 3 UMKM terbaik, yakni: Cokelatin Indonesia, UMKM bergerak pada olahan cokelat mendapat peringkat 1. Bilvie Food, UMKM asal Banten yang bergerak pada olahan ikan bandeng di peringkat 2, dan Kedai Bintang Sawi, UMKM yang bergerak pada usaha makanan instan pada peringkat 3.
Dalam beberapa waktu ke depan, ketiga UMKM terpilih ini akan mendapatkan fasilitasi peningkatan kapasitas usaha seperti konsultasi tenaga ahli, peningkatan mutu produk, pemanfaatan teknologi pengemasan, dan kapasitas produksi. [beq]






