Surabaya (beritajatim.com) – Puluhan warga RW 13, Kelurahan Kertajaya, Kecamatan Gubeng menutup jalan Gubeng Kertajaya gang 6B.
Penutupan ini akibat warga yang geram karena aktivitasnya terganggu imbas penutupan jalan Gubeng Kertajaya gang 6B di RT 10 yang dilakukan ketua RT setempat. Jalan tersebut merupakan akses langsung warga ke jalan Dharmawanga.
Puluhan warga menutup jalan tersebut dengan besa bertuliskan ‘KAMI WARGA RW 13 BUTUH JALAN DI RT 10, BEGITU PULA SEBALIKNYA WARGA RT 10 BUTUH JALAN DI RW 13’.
Pantauan beritajatim.com di lokasi, puluhan warga berkumpul di depan penutupan gang. Banyak motor yang kecele hingga akhirnya harus memutar jauh.

Perwakilan warga, Prayogo mengatakan penutupan ini sebenarnya dilakukan sejak sebelum pandemi. Namun warga sudah keberatan sejak lama imbas tidak segera dibukanya pagar gang 6B tersebut.
“Nah, warga itu keberatan mulai lama. Karena kita mau lewat gang 6B mau ke Dharmawangsa harus muter, mau beli bensin harus muter kan gitu,” kata Prayogo di lokasi, Senin (16/10/2023).
“Sedangkan dari warga sini sendiri lewat sini kan juga bisa. Tapi warga yang lain dari gang 4A, 4B, 4C, 6A, itu kan ga bisa kewat sini,” tambahnya.
Baca Juga:
Dampak Penutupan Jalan Yos Sudarso, Pemkot Surabaya Diminta Lakukan Ini
Akhirnya, kata dia, warga bertanya-tanya kenapa pagar belum dibuka. Sedangkan pandemi sudah selesai.
“Akhirnya timbul masalah seperti ini. Jadi keinginan warga sana dibuka kalau selama sana gak dibuka. Kita juga akan nutup,” katanya.
Dia mengaku tidak mengetahui alasan kenapa jalan tersebut ditutup walaupun pandemi telah usai. Dia menduga jalan tersebut digunakan untuk parkiran mobil.
Dia mengatakan sebelumnya pun juga sudah ada mediasi namun hasilnya tetap ditutup. Pihaknya mewakili warga tidak akan membuka portal tersebut jika portal tersebut tidak dibuka.
“Jadi kita akan tetap menutup sampai situ dibuka. Itu mutlak tidak ada nego. Biar sama-sama enak lah mas,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua RW 13 Putut Mujiharto mengatakan intinya warga minta jalan tersebut dibuka karena merupakan jalan umum. Sehingga diharapkan semua warga bisa melewati jalan tersebut.
“Jadi tuntutan warga itu aja. Minta jalan dibuka, biar orang semua bisa mengakses. Ini kan masih di mediasi, biar sama-sama enak gitu lho,” katanya.
Beritajatim.con berupaya menghubungi Ketua RT 10, Hendro terkait penutupan jalan dan tuntutan warga. Namun yang bersangkutan belum merespons hingga berita ini diturunkan.[asg/ted]
[berita-terkait number=”3″ tag=”surabaya”]






