Jakarta (beritajatim.com) – Seiring meningkatnya kebutuhan akan talenta digital yang unggul dan berdaya saing global, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) terus memperkuat komitmennya dalam membangun ekosistem talenta digital dan inovasi nasional melalui kolaborasi strategis dengan berbagai institusi terkemuka dunia.
Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui kerja sama antara Telkom University (TelU) dan National University of Singapore (NUS). Dokumen Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) sebelumnya telah ditandatangani secara sirkuler oleh kedua belah pihak.
Sebagai penanda dimulainya implementasi kolaborasi, pada Senin (6/7) TelU dan NUS menggelar seremoni kerja sama di Telkom University Kampus, Jakarta. Turut hadir pada agenda tersebut Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Pujo Setio, Direktur Strategic & Business Development Telkom, Seno Soemadji, Direktur IT Digital Telkom sekaligus Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Telkom (YPT) Faizal Rochmad Djoemadi, Senior Vice Provost of National University of Singapore Prof. Bernard C Y Tan, Dr. Robert de Souza, Executive Director of the The Logistics Institute of National University Singapore, dan Rektor Telkom University Prof. Dr. Suyanto.
Kerja sama ini menjadi landasan bagi kedua institusi untuk mengembangkan kolaborasi di bidang pendidikan, riset, inovasi, hingga talenta digital. Ruang lingkup kerja sama meliputi graduate certificate programme, student and faculty mobility, joint research, serta kolaborasi pada bidang Artificial Intelligence (AI), digital business, sustainability, Internet of Things (IoT), cybersecurity, logistic & supply chain management, data center, dan cloud computing. Melalui berbagai program tersebut, kedua institusi diharapkan dapat memperluas pertukaran pengetahuan, kapasitas riset serta menghasilkan talenta yang
semakin relevan dengan kebutuhan industri digital yang berkembang pesat.
Terjalinnya kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari inisiatif yang diprakarsai Kementerian Koordinator
Bidang Perekonomian RI dalam memperkuat kerja sama Indonesia–Singapura di bidang ekonomi digital
dan pengembangan talenta. Inisiatif tersebut mengemuka dalam kunjungan kerja Menteri Koordinator
Bidang Perekonomian ke Singapura pada April 2026 dan menjadi katalis lahirnya kemitraan strategis
antara TelU dan NUS sebagai bagian dari upaya memperkuat daya saing sumber daya manusia Indonesia
di era ekonomi digital.
Kemitraan dengan National University of Singapore (NUS) merupakan langkah strategis bagi Telkom
dalam memperkuat pengembangan talenta digital dan kapasitas riset yang relevan dengan kebutuhan
industri. Reputasi NUS sebagai salah satu universitas terbaik dunia, termasuk posisinya di peringkat ke-8
QS World University Rankings 2026, membuka peluang kolaborasi yang lebih luas bagi Telkom University
sebagai bagian dari ekosistem Telkom Group, mulai dari penguatan kurikulum, pengembangan dosen,
hingga peningkatan riset terapan. Melalui kerja sama ini, Telkom berharap sinergi antara dunia
pendidikan dan industri dapat semakin kuat untuk mendukung transformasi digital perusahaan sekaligus
pengembangan ekosistem talenta digital nasional.
Direktur Strategic & Business Development Telkom, Seno Soemadji menyampaikan bahwa, kolaborasi ini
merupakan bagian dari komitmen Telkom dalam membangun ekosistem inovasi yang menghubungkan
dunia pendidikan, industri, pemerintah, dan mitra global untuk mempercepat lahirnya talenta digital yang
mampu bersaing di tingkat internasional.
“Transformasi digital tidak hanya membutuhkan infrastruktur dan teknologi, tetapi juga talenta kelas
dunia serta ekosistem inovasi yang kuat. Kolaborasi antara Telkom University dan National University of
Singapore merupakan langkah strategis untuk memperluas akses talenta Indonesia terhadap jejaring
global, pengetahuan, dan praktik terbaik dunia,” ujar Seno.
Menurutnya, sebagai perusahaan digital telekomunikasi terdepan di Indonesia, Telkom memiliki peran
yang lebih luas dari sekadar penyedia layanan digital. Telkom berkomitmen menjadi orchestrator yang
mempertemukan dunia akademik, industri, pemerintah, dan mitra global untuk mempercepat lahirnya
inovasi serta memperkuat daya saing nasional. Melalui kolaborasi seperti ini, Telkom juga membangun
pipeline talenta digital yang akan mendukung kebutuhan bisnis masa depan perusahaan, termasuk
sebagai enabler untuk penguatan kedaulatan digital Nasional.
“Telkom ingin terus menjadi orchestrator yang mempertemukan dunia akademik, industri, dan
pemerintah. Melalui kolaborasi ini, kami berharap lahir lebih banyak program digital talent exchange, joint
research, innovation partnership, hingga pengembangan solusi berbasis AI, cloud, cybersecurity, dan
teknologi digital lainnya yang mampu menjawab kebutuhan industri. Kami percaya bahwa inovasi terbaik
lahir dari kolaborasi lintas ekosistem, dan melalui sinergi ini kami ingin terus menumbuhkan talenta yang
akan menjadi penggerak transformasi digital Indonesia,” tambah Seno.
Bagi Telkom, kemitraan dengan NUS merupakan langkah strategis mengingat rekam jejak universitas
tersebut sebagai salah satu institusi pendidikan terbaik dunia dalam bidang riset dan inovasi. Kolaborasi
ini diharapkan dapat memperluas akses sivitas akademika Telkom University terhadap jejaring global,
memperkuat kualitas pendidikan, serta mendorong terciptanya inovasi yang memberikan nilai tambah
bagi industri.
Sementara itu, Senior Vice Provost of National University of Singapore, Prof. Bernard C Y Tan,
menyampaikan, “Kami menyambut baik kerja sama dengan Telkom University dalam memajukan
pendidikan, riset, dan inovasi. Kami meyakini kemitraan ini akan membuka berbagai peluang untuk
pertukaran pengetahuan, pengembangan talenta, serta riset bersama yang dapat menjawab tantangan
di tingkat regional maupun global. Kami berharap kolaborasi jangka panjang ini dapat memberikan
dampak yang berarti bagi kedua institusi dan masyarakat.”
Senada, Rektor Telkom University, Prof. Dr. Suyanto, menjelaskan bahwa kerja sama ini menjadi
momentum penting bagi TelU untuk memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan yang mampu
menjembatani kebutuhan dunia akademik dengan perkembangan industri digital global.
“Indonesia masih membutuhkan lebih banyak talenta digital untuk mendukung transformasi digital dan
mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Melalui kemitraan dengan National University of Singapore, kami
ingin menghadirkan berbagai program nyata, mulai dari pertukaran akademik, penelitian bersama, hingga
pengabdian kepada masyarakat. Kami berharap kerja sama ini dapat memperkuat kualitas lulusan
sekaligus memberikan pengalaman global yang semakin relevan dengan kebutuhan industri,” tutup
Suyanto. [aje]






