Politik Pemerintahan

Dampak Penutupan Jalan Yos Sudarso, Pemkot Surabaya Diminta Lakukan Ini

Surabaya (beritajatim.com) – Saat ini, Jalan Yos Sudarso tengah ditutup total selama kurang lebih 6 bulan. Penutupan salah satu jalan utama di Kota Surabaya itu demi memperlancar pembangunan proyek alun-alun bawah tanah.

Demi kebutuhan masyarakat, jajaran DPRD Surabaya, meminta agar Pemkot Surabaya melakukan beberapa hal seiring penutupan jalan yang dilakukan. “Harusnya, semakin banyak petugas yang jaga. Utamanya dari Dishub pada saat jam sibuk seperti pagi dan sore hari. Biar nanti pengendara tidak kebingungan dengan penutupan jalan itu,” ujar Ketua Fraksi Golkar DPRD Surabaya, Arif Fathoni, Selasa (3/9/2019).

Toni, sapaan akrabnya, juga sempat menyinggung pelaku usaha yang terkena dampak tertutupnya sepanjang jalan Yos Sudarso. Toni berharap Pemkot Surabaya agar memberikan intensif khusus. “Kalau ganti rugi berupa kompensasi uang kan tidak bisa. Mungkin pelaku usaha disini bisa dikurangi beban biaya pajaknya atau bagaimana sebagai ganti,” imbuhnya.

Adapun manajemen rekayasa lalu lintas selama Jalan Yos Sudarso ditutup yakni, di simpang Jalan Panglima Sudirman – Jl Embong Wungu – Embong Tanjung, akan dilakukan pembukaan Road Barrier sebagai jalur alternatif pengalihan arus dari penuntupan Jl. Yos Sudarso.

Sementara itu, di simpang Jl Ketabang Kali – Jl Yos Sudarso, juga dilakukan perubahan arah lalu lintas, Jl. Ketabang kali sisi timur menjadi timur ke barat. Arus lalu lintas dari Jl. Ketabang Kali Sisi Timur bisa menuju ke Jl. Yos Sudarso, Jl. Yos Sudarso sisi timur patung dan Jl. Yos Sudarso sisi barat patung. Jalan Yos Sudarso sisi barat patung akan menjadi dua arah lalu lintas. Sedangkan, dari Jl. Wali Kota Mustajab dapat belok ke kanan menuju Jalan Yos Sudarso sisi barat patung. Selain itu, dari Jalan Yos Sudarso sisi barat patung boleh lurus ke selatan dan belok ke kanan Jl. Ketabang Kali sisi barat.

Sedangkan di simpang Jl Boulevard – Jl Ketabang Kali, dilakukan perubahan arus lalu lintas, yakni Jl. Ketabang Kali sisi timur menjadi Timur ke Barat. Selain itu, perubahan arus lalu lintas juga dilakukan di Jl. Plaza Boulevard menjadi satu arah dari selatan ke utara.

Tidak hanya itu, manajemen rekayasa lalu lintas juga dilakukan di simpang Jl Kenari – Jl Simpang Dukuh. Dari Jl. Genteng Besar pengendara tidak boleh belok kanan ke Jl. Simpang Dukuh. Nantinya Jl. Simpang Dukuh menjadi dua arah arus lalu lintas. Sedangkan perubahan arus lalu lintas pada Jl. Kenari menjadi barat ke timur dan terakhir pengendara dari Jl. Gubernur Suryo dapat belok ke kiri menuju ke Jl. Simpang Dukuh. [ifw/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar