Surabaya (beritajatim.com) – Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) ditunjuk mewakili Jawa Timur menjadi pengampu utama Program Penguatan Ekosistem Kemitraan untuk Pengembangan Inovasi Berbasis Potensi Daerah Tahun 2023.
Sebagai salah satu kampus vokasi terbaik di Jawa Timur, PENS diminta menjadi penanggung jawab program tersebut di wilayah Jawa Timur, bersama sejumlah perguruan tinggi vokasi (PTV) lainnya.
“Sebuah amanah sekaligus tantangan buat kami PTV pengampu utama dalam menjalankan program ini,” tutur Direktur PENS Aliridho Barakbah, ditulis Rabu (23/8/2023).
Penunjukan itu ditandai dengan penandatanganan kontrak pelaksanaan program oleh 20 kampus vokasi di Jawa Timur, termasuk PENS. Dalam agenda itu, juga digelar kick off secara nasional dan diskusi panel.
Sementara itu, Ditjen Pendidikan Vokasi Kiki Yuliati mengatakan jika Kemendikbudristek terus mendorong kolaborasi antara satuan pendidikan vokasi dengan pemerintah daerah. “Salah satuny melalui Program Penguatan Ekosistem Kemitraan untuk Pengembangan Inovasi Berbasis Potensi Daerah,” ujarnya.
Menurutnya, program ini memiliki arti penting untuk mendorong kolaborasi satuan pendidikan vokasi dengan seluruh pemangku kepentingan, sesuai dengan arah pembangunan dan pengembangan industri di daerah. “Juga untuk merespons terbitnya Perpres Nomor 68 tentang Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi,” jelas Kiki.
LPDP bersama Ditjen Pendidikan Vokasi telah menyusun program baru untuk penguatan ekosistem kemitraan dalam pengembangan inovasi berbasis potensi daerah. Alokasi dana program ini sebesar Rp 55 miliar untuk tiga tahun masa pendanaan.
Tahun 2023 ini LPDP mengalokasikan kurang lebih Rp 15 miliar, dialokasikan untuk 20 wilayah di 27 provinsi. Masing-masing wilayah tersebut akan dialokasikan dana kurang lebih sebesar Rp 600 juta hingga Rp 1 miliar. [ipl/kun]
BACA JUGA: PENS Serahkan Hibah ke Wisata Susur Sungai Surabaya dan Dinkes Kota Malang






