Pasuruan (beritajatim.com) – Usaha fashion di Kabupaten Pasuruan terus berkembang, salah satunya yakni produk batik. Hal ini dibuktikan dengan adanya inovasi baru produk batik 3 Dimensi yang dikembangkan oleh UMKM di Kecamatan Bangil.
UMKM produk batik lukis yang dirintis Anisa (51) ini dimulai pada tahun 2017 lalu. Saat itu Anisa sudah bosan kerja dengan orang dan mulai membuat produk yang di bikinnya sendiri.
Busana yang dibuatnya ini kemudian mulai dilirik oleh pasar. Terbukti pada tahun selanjutnya yakni pada 2018, Anisa mulai mengikuti pameran di negara tetangga, yakni di Vietnam. Dari sinilah dirinya mulai banyak pesanan yang datang mulai dari dalam negri maupun luar negri.
“Saat itu pesanan mulai banyak, terutama dari Jakarta. Sampai kami sempat kewalahan menerima orderan yang masuk. Namun semua itu merupakan berkah dari jeri payah kami,” kata Anisa, Jumat (11/8/2023).
Namun pada tahun 2020 saat pandemi Covid menyerang usaha kecil yang dirintisnya juga mulai mengalami penurunan. Meskipun pesanan yang diterima tak sebanyak dulu, Anisa tetap gigih untuk terus membuat dan menjual batik lukis miliknya.
Saat itulah, Anisa kembali mendapatkan ide untuk menuangkan hasil lukisannya diatas sepatu. Hal ini juga mulai mendapatkan respon yang cukup baik bagi masyarakat, dalam lomba yang diikutinya, Anisa berhasil meraih juara ke dua dalam peragaan fashion dengan busana dan sepatu yang dibuatnya.
Hal ini lah yang membuat semangat Anisa kembali bangkit. Bahkan Anisa mengajak anaknya untuk berkarya dan membuat batik lukis yang yelah dirintidnya sejak enam tahun lalu.
“Kami sekarang kolaborasi, saya yang melukis model batiknya, kemudian anak yang bagian mewarnai batik yang sudah saya blok di tahap pertama tadi,” tambahnya.
Anisa juga menjelaskan langkah-langkah pembuatan batik lukis yang dibuatnya. Tahap pertama dimulai dengan menggambar sketsa, dan kemudian di blok dengan bahan khusus untuk dasarnya. Setelah dilakukan pengeblokan, tahap selanjutnya yakni dengan melakukan pewarnaan pada blok yang telah kering.
Setelah diwarna sesuai keinginan, lukisan batik tersebut kemudian di setrika pada bagian belakang kain. Hal ini guna lukisan yang dihasilkan tadi lebih merekat dan cepat kering. Lalu tahap selanjutnya yakni pemotongan kain dan dilanjutkan dengan merangkainya hingga menjadi baju.
“Target kami memang para perempuan, dan kami lihat di Pasuruan sendiri batik lukis tiga dimensi masih jarang. Sedangkan untuk harganya satu baju outer pendek Rp 550 ribu, lalu kalau yang sedang Rp 750 ribu, dan outer yang panjang kami jual dengan harga Rp 1,5 juta,” tutupnya. (ada/kun)
BACA JUGA: Satpol PP Kabupaten Pasuruan Tertibkan 24 Banner Parpol






