Ringkasan Berita:
- Ketua GAPEMBI Jawa Timur menegaskan tiga langkah utama untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
- Penegasan itu disampaikan saat pelantikan DPC GAPEMBI Kabupaten Probolinggo.
- GAPEMBI menilai MBG tidak hanya meningkatkan gizi masyarakat, tetapi juga menggerakkan ekonomi desa.
- Pengurus daerah diminta menjaga integritas, membangun kepercayaan publik, dan aktif mendampingi pelaksanaan program di lapangan.
Probolinggo (beritajatim.com) – Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (GAPEMBI) Jawa Timur, H. Machrus Sholeh, menegaskan tiga langkah utama yang harus dijalankan organisasi untuk mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ketiga langkah tersebut meliputi penguatan struktur organisasi, penyusunan program kerja yang optimal, serta aksi nyata dalam pelaksanaan di lapangan.
Pernyataan tersebut disampaikan Gus Machrus, sapaan akrab H. Machrus Sholeh, usai melantik Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GAPEMBI Kabupaten Probolinggo, Senin (20/7/2026).
“Ketiga poin tersebut kami optimis mampu mendukung program prioritas Presiden menuju pemenuhan gizi optimal melalui MBG,” ungkap Gus Machrus.
Pelantikan tersebut turut dihadiri perwakilan Pemerintah Kabupaten Probolinggo, unsur TNI dan Polri, Kejaksaan Negeri, Kamar Dagang dan Industri (Kadin), serta Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo.
Dalam sambutannya, Gus Machrus menegaskan pelantikan pengurus bukan sekadar agenda seremonial, melainkan amanah untuk bekerja dan menghadirkan solusi nyata di tengah masyarakat.
Menurutnya, Program Makan Bergizi Gratis merupakan program strategis yang berkaitan langsung dengan masa depan generasi Indonesia. Namun, pelaksanaannya juga menghadapi berbagai tantangan, mulai dari tata kelola, keberlanjutan program, hingga kepercayaan publik.
“Kita memahami bahwa Program Makan Bergizi Gratis bukan hanya program biasa. Ini adalah program strategis yang menyangkut masa depan generasi bangsa. Namun di sisi lain, program ini juga berada dalam sorotan publik, menghadapi berbagai tantangan dalam tata kelola, keberlanjutan, dan kepercayaan masyarakat,” tegasnya.
Ia menekankan tiga pesan penting kepada pengurus DPC GAPEMBI Kabupaten Probolinggo.
Pertama, menjaga integritas organisasi dengan mengedepankan kejujuran, transparansi, dan akuntabilitas dalam menjalankan tugas.
“Integritas artinya jujur dan bertanggung jawab. Tidak ada kompromi dalam hal transparansi dan akuntabilitas. Pengurus DPC harus menjadi contoh dalam menjalankan organisasi secara profesional yang dibangun melalui kerja yang bersih dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Kedua, membangun kepercayaan masyarakat melalui komunikasi yang terbuka dan berbasis fakta, terutama di tengah maraknya informasi yang belum tentu benar mengenai pelaksanaan program MBG.
“Di tengah derasnya informasi, bahkan misinformasi, pengurus GAPEMBI di daerah khususnya di Kabupaten Probolinggo harus menjadi sumber yang pasti. Sampaikan fakta, luruskan yang keliru, dan tunjukkan bahwa program ini benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ucapnya.
Sebagai contoh dampak ekonomi program MBG, Gus Machrus menyebut harga komoditas sayuran, seperti sawi, mengalami peningkatan setelah adanya permintaan dari program tersebut.
“Karena itu, MBG perlu dipahami sebagai program dengan manfaat ganda. Di satu sisi, negara hadir untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. Di sisi lain, program ini membuka peluang ekonomi baru bagi desa,” bebernya.
Pesan ketiga adalah agar seluruh pengurus aktif turun ke lapangan mendampingi para mitra pelaksana dan tidak berjarak dengan persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Pastikan mitra dan pelaku program tidak berjalan sendiri. Asosiasi ini harus menjadi rumah yang menguatkan, melindungi, dan memberikan kepastian. Pengurus yang dilantik ini adalah jembatan antara anggota dan pemangku kebijakan,” terangnya.
Ia menambahkan, keberhasilan organisasi tidak ditentukan oleh struktur kepengurusan semata, tetapi oleh komitmen dan aksi nyata setiap pengurus dalam menjalankan amanah.
“Organisasi ini akan kuat bukan karena struktur, tetapi karena tindakan. Bukan karena jabatan, tetapi karena dedikasi dan pengabdian. Saya percaya, dengan komitmen, soliditas, dan kerja nyata, pengurus DPC yang hari ini dilantik akan mampu menjadi penggerak utama di daerah,” pungkasnya. [yog/beq]






