Blitar (beritajatim.com) – Antrean panjang kendaraan terjadi Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) Tanjungsari di Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar. Truk, kendaraan umum, serta mobil pribadi yang menggunakan bahan bakar Solar terlihat antre hingga bahu jalan sekitar SPBU.
Panjang antrean bahkan mencapai lebih dari 200 meter. Para sopir mengaku telah antre lebih dari 2 jam demi bisa membeli Solar.
Tri Mariyono, salah satu sopir truk mengaku antre sejak pukul 08.30 WIB di SPBU Tanjungsari. Sebelum antre dia sudah berkeliling ke sejumlah SPBU namun antreannya juga sama panjangnya.
“Tadi jam 7 antre di SPBU Karangsari tapi tidak ada (Solarnya) terus ke Pakunden antreannya lebih panjang lagi sampai rel kereta api,” ungka Tri Mariyono, sopir truk, Selasa (18/7/2023).
Para sopir sendiri merasa heran mengapa Solar begitu langka di Kota Blitar. Padahal sebelum-sebelumnya kondisi solar masih aman-aman saja.
BACA JUGA:
Pengunjung RTH Kanigoro Blitar Ngeluh Fasilitas Toilet Minim
Menurut para sopir kondisi ini sudah terjadi selama 3 hari ke belakang ini. Kini para sopir harus bangun lebih bagi untuk antre demi bisa memperoleh Solar di SPBU.
“Antre hampir 2 jam lebih ini baru akan masuk ke SPBU,” ucapnya sembari menginjak gas kendaraannya.
Hal serupa juga diungkapkan oleh Hariyono, pemilik mobil kijang itu juga mengeluhkan sulitnya mendapat Solar di Kota Blitar. Pria asal Kecamatan Sananwetan itu sebelumnya telah antre di SPBU Kebonrojo namun dirinya tidak kebagian.
Ia pun memilih untuk mencari SPBU lain yang antreannya tidak begitu panjang. Tiba di SPBU Tanjungsari sekitar pukul 09.00 WIB hingga pukul 10.30 WIB, kendaraan Hariyono juga belum mendapat Solar.
“Sulit sekarang, kondisi ini sudah 3 harian, tadi antre di Bonrojo tapi panjang, jadi saya ke sini,” kata pria berambut gondrong tersebut.
Hariyono pun mengaku kecewa atas kondisi ini. Pasalnya untuk pembelian Solar sebetulnya sudah menggunakan kupon yang memiliki barcode. Namun pada kenyataannya, pembelian Solar masih sulit dan harus antre berjam-jam.
BACA JUGA:
Sudah 20 Hari Pohon Pisang Berdiri di Jalan Rusak Blitar
“Padahal pakai kupon ini lho, dan sudah batasi sekali pembelian maksimal Rp250 ribu,” ucapnya sembari menunjukkan kupon Solar.
Sementara itu salah satu petugas SPBU Tanjungsari mengaku juga tidak tahu kenapa terjadi antrean. Pasalnya pasokan Solar masih sama seperti biasanya.
“Tidak tahu ya, pasokan normal seperti biasa tapi memang akhir-akhir ini antrean panjang dimana-mana,” ucap pria yang mengenakan baju SPBU yang tidak mau disebutkan namanya.
Dari pengamatan beritajatim.com, antrean kendaraan yang ingin membeli Solar memang terjadi di beberapa SPBU di Kota Blitar. Mulai dari SPBU Pakunden, SPBU Tanjungsari, SPBU Kebonrojo hingga Karangsari.
Antrean kendaraan juga bervariasi ada yang cukup panjang serta ada yang kurang dari 100 meter. Hampir semua sopir pun juga mengeluhkan sulitnya untuk memperoleh Solar. [owi/beq]






