Jember (beritajatim.com) – Sekitar 98 persen calon legislator Partai Solidaritas Indonesia untuk DPRD Jember, Jawa Timur, berusia 25-35 tahun. Sebanyak 34 persen adalah kaum perempuan.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Solidaritas Indonesia Jember Zimri Boy Yoyada Sinuhaji mengatakan, mayoritas caleg PSI adalah wajah baru. “Mereka sama sekali belum pernah berpolitik. Sesuai tagline kami, semua bersama-sama membangun Jember,” katanya, usai pendaftaran bakal caleg di kantor Komisi Pemilihan Umum Jember, Minggu (14/5/2023).
PSI menargetkan perolehan empat kursi di DPRD Jember. “Milenial bukan berarti tidak bisa bersama-sama membangun Jember,” kata Boy.
Kendati dihuni wajah-wajah baru, menurut Boy, perekrutan caleg PSI Jember tidak asal-asalan. “Kami memang ada seleksi, backgorund dan visi-misinya, serta keorganisasiannya seperti apa. Semua itu ada proses seleksinya. Bukan berarti asal masuk saja,” kata Boy.
Boy menekankan bahwa PSI tidak memberlakukan mahar politik. “Kami tidak ada embel-embel bermahar politik. Seleksi kami sesuai dengan yang diperintahkan pusat,” katanya.
PSI menawarkan kebersamaan untuk membangun Jember. “Pembangunan Jember tidak hanya bisa dilakukan anggota Dewan saja yang nanti akan duduk. Kita harus bersolidaritas sama-sama membangun Jember,” kata Boy.
“Kami tidak menawarkan perubahan, karena menurut kami berubah itu ada yang baik dan ada yang tidak. Kalau ada yang baik, ayo kita lanjutkan bersama-sama. Kami simpel seperti itu saja. Dan ini adalah wajah-wajah baru, wajah-wajah anak-anak muda yang ke depannya siap menjadi wakil rakyat Jember,” kata Boy.
Narasi baru yang dimunculkan PSI adalah Jokowisme. “Jokowisme adalah (politik) tegak lurus apa yang dikerjakan Pak Jokowi. Karena Pak Jokowi adalah tokoh politik yang menginspirasi kami PSI dari pusat hingga ke daerah. Kami siap mendukung calon presiden yang siap mendukung dan melanjutkan program-program Pak Jokowi,” kata Boy. [wir]






