Blitar (beritajatim.com) – Hingga pertengahan 2025 ini, tercatat ada 6.520 warga Kota Blitar yang masuk kategori miskin. Data itu diungkapkan langsung oleh Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin saat penyaluran bantuan beras sejahtera daerah (rastrada) pada Senin (30/6/2025).
Menurut Syauqul Muhibbin, jumlah warga miskin di Kota Blitar terus mengalami penurunan setiap tahunnya. Begitu pula pada tahun 2025 ini, pria yang akrab disapa Mas Ibin itu menyebut angka kemiskinan di Bumi Bung Karno (julukan Kota Blitar) juga turun jika dibandingkan tahun 2024 kemarin.
“Sebenarnya kita sudah lumayan membaik ya bahwasannya masyarakat ini perlu stimulasi ya di bidang bahan pokok, menurut kami pemerintah akan selalu memprioritaskan masyarakat,” ucap Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin.
Melihat angka kemiskinan yang masih mencapai 6.520 orang itu, Pemerintah Kota Blitar pun bertekad untuk memberikan stimulus, baik itu bantuan pangan hingga yang lainnya. Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin pun menegaskan komitmennya untuk mengentaskan kemiskinan rakyatnya.
“Tetapi semua bantuan dan subsidi itu tidak kita berikan secara langsung semua, ada yang bantuan pola-polanya ekonomi untuk menggerakkan ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Bantuan pangan dan bantuan langsung untuk masyarakat pun akan terus diberikan oleh Pemerintah Kota Blitar untuk menjamin hajat hidup masyarakat miskin. Namun disisi lain, Pemerintah Kota Blitar juga akan memberikan bantuan lain seperti modal usaha hingga pelatihan kerja untuk mengentaskan kemiskinan.
“Ke depan memang lebih penting bantuan untuk menggerakkan ekonomi namun yang langsung tetap dibutuhkan untuk menjamin kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.
Kemiskinan memang menjadi salah satu pekerjaan rumah untuk Pemerintah Kota Blitar. Ditengah gencarnya perkembangan ekonomi Kota Blitar, ada kesenjangan ekonomi yang dirasakan oleh masyarakat.
Meski hidup di tengah Kota Blitar ternyata masih ada warga yang penghasilannya tak menentu. Mereka pun masih harus menggantungkan hidup pada bantuan Pemerintah Kota Blitar.
“Saya kadang kerja kadang tidak, kalau ada bantuan Rastrada ini sangat membantu, makin sulit cari kerja sekarang,” ucap Edi, warga Sukorejo.
Selain bantuan, warga sebenarnya menanti lapangan kerja. Mereka berharap Pemerintah Kota Blitar bisa membuka seluas-luasnya lapangan pekerjaan agar ekonominya bisa membaik.
“Bantuan penting tapi kalau ada pekerjaan saya akan milih bekerja, karena dengan bekerja kan tidak harus bergantung pada bantuan lagi,” tandasnya. [owi/beq]






