Jember (beritajatim.com) – Tepat 14 hari penerbangan komersial rute Bandara Notohadinegoro, Kabupaten Jember, Jawa Timur menuju dan dari Jakarta terhenti sejak 14 Oktober 2025, belum ada kabar terbaru dari pemerintah daerah setempat.
Beritajatim.com meminta konfirmasi kepada Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Jember Gatot Triyono, Selasa (28/10/2025). Namun dia menolak menjawab. “Langsung ke Pak Fauzi Kepala Bapenda ya, Mas,” katanya via pesan WhatsApp.
Fauzi yang dimaksud adalah Kepala Badan Pendapatan Daerah Jember Achmad Imam Fauzi. Dia mendapat mandat dari Bupati Muhammad Fawait untuk menjelaskan hal-ihwal terhentinya penerbangan komersial Jember-Jakarta pada 14 Oktober 2028.
Saat itu Fauzi menjelaskan, terhentinya penerbangan adalah bagian dari desain yang direncanakan. “Jadi, pertama, bukan berhenti. Itu bagian dari uji coba. Kewajiban dalam trial atau uji coba pasti ada evaluasi,” katanya, dilansir Beritajatim.com, 15 Oktober 2025.
Bupati Muhammad Fawait memastikan penerbangan komersial dari Bandara Notohadinegoro menuju Bandara Halim Perdanakusumah, DKI Jakarta, tetap akan beroperasi. Sejak 23 September sampai 14 Oktober 2025, penerbangan komersial Jember-Jakarta dilayani maskapai FlyJaya.
“Sekarang ini istirahat dua minggu. Saya pastikan, dua minggu kita istirahat tidak terbang, minggu ini, minggu lagi, (pesawat) kembali terbang dari Jember ke Jakarta, Jakarta ke Jember,” kata Fawait, saat membuka rapat koordinasi penguatan ekosistem inovasi daerah, di Aula PB Sudirman, kantor Pemkab Jember, Kamis (16/10.2025).
Setelah dua pekan berjalan, belum ada penjelasan resmi mengenai hasil evaluasi yang dimaksud dari Pemkab Jember. Gatot dan Fauzi memilih bungkam.
Tak ada kabar soal rute penerbangan Jember-Jakarta, akun Instagram Fawait justru mengunggah pertemuan sang bupati dan anggota DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa Rivqy Abdul Halim dengan petinggi maskapai Lion Air dan PT Angkasa Pura, 23 Oktober 2025, yang membicarakan penerbangan Jember-Bali.
“Pertemuan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat konektivitas wilayah Jember dengan daerah lain, khususnya destinasi wisata dan ekonomi strategis seperti Bali,” demikian pernyataan dalam akun tersebut.
Melalui akun resminya itu, Fawait menyatakan pertemuan tersebut menunjukkan perkembangan sangat positif, karena semua pihak mendukung rute penerbangan Jember–Bali dapat segera terealisasi dalam waktu dekat.
“Mudah-mudahan Wings (anak grup Lion Air) bisa segera ada penerbangan dari Jember, sehingga bisa membawa Jember mendunia, pariwisatanya maju, rakyatnya sejahtera,” kata Fawait dalam video Instagram tersebut.
Rivqy juga berterima kasih kepada Rusdi Kirana, pemilik Lion Air. “Rencananya seminggu tiga kali, Jember-Bali, semoga terlaksana. Kita terus berkomunikasi dengan Kementerian Perhubungan, dan saya juga akan berkomunikasi dengan Angkasa Pura,” katanya. [wir]







1 Komentar
bubar