Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Surabaya (Ubaya) resmi memperkuat ekosistem riset dengan mengukuhkan 10 guru besar baru. Sidang senat terbuka ini berlangsung di lantai 5 Gedung Perpustakaan, Kampus Tenggilis, Surabaya, pada Selasa (3/3/2026).
Sepuluh pakar tersebut berasal dari lintas disiplin mulai dari hukum hingga teknobiologi. Mereka adalah Prof. Go Lisanawati, Prof. Oeke Yunita, Prof. Amelia Lorensia, Prof. Rika Yulia, serta Prof. Kartini dari bidang kesehatan.
Kemudian Prof. Felizia Arni Rudiawarni, Prof. Joko Siswantoro, Prof. Lisana, Prof. Sulistyo Emantoko Dwi Putra, dan Prof. Werner R. Murhadi. Seluruhnya memaparkan orasi ilmiah berbasis solusi inovatif bagi masyarakat.
Rektor Ubaya, Benny Lianto, menegaskan pengukuhan ini bentuk penguatan kepemimpinan ilmiah. Kehadiran mereka diharapkan mampu memacu hilirisasi riset dan kolaborasi industri yang lebih luas untuk menjawab tantangan zaman.
“Kami berharap kehadiran mereka mendorong lahirnya penelitian unggul dan solusi inovatif yang berdampak bagi bangsa,” ujar Benny.
Kepala LLDIKTI Wilayah VII, Prof. Dyah Sawitri, mendorong para profesor menjadi agen perubahan. Ia menekankan pentingnya peningkatan daya saing riset yang tetap berpijak pada nilai multikultur dan komitmen mutu pendidikan.
“Kita benar-benar mengedepankan mutu untuk menciptakan SDM unggul Indonesia emas,” tutur Dyah.
Saat ini, total profesor aktif yang mengajar di lingkungan Ubaya telah genap berjumlah 36 orang. Pengukuhan 10 guru besar ini sekaligus menjadi kado spesial menjelang hari jadi ke-58 Ubaya. [ipl/ian]






