Malang (beritajatim.com) – Universitas Islam Negeri (UIN) Malang melangsungkan rapat terbuka senat dalam rangka Wisuda program sarjana dan pascasarjana ke-80 periode II tahun 2024. Acara yang bertempat di Gedung Sport Center ini diikuti sebanyak 800 orang wisudawan.
Rektor UIN Malang, Prof. Zainuddin di hadapan para wisudawan berbicara tentang hal menarik, salah satunya terkait akselerasi perubahan di berbagai lini kehidupan. Dalam menghadapi perubahan sosial, politik, ekonomi, budaya, geopolitik dan bahkan yang sangat mengerikan masalah climate change (perubahan cuaca) dibutuhkan sumber daya manusia yang unggul.
“Era pasar global seperti saat ini, Indonesia sudah dimasuki oleh lalu lalang perdagangan bebas tidak hanya pasar Asean, tapi juga seluruh benua, termasuk PT luar yang sudah masuk ke beberapa kota besar di Indonesia. Dan ini tentu terjadi persaingan yang amat sangat ketat,” katanya di hadapan mahasiswa, pada Sabtu (4/5/2024).
Menyadari kompleksitas tantangan tersebut, maka dirumuskan hal-hal yang menyangkut SDM ke depan. Namun, pihaknya merasa optimis karena Indonesia memiliki Bonus Demografi, di mana jumlah anak kelompok usia 0-9 tahun mencapai 45,93 juta, sedangkan anak usia 10-19 tahun mencapai 43,55 juta jiwa.
“Potensi kuantitas manusia Indonesia berada pada posisi ke-4 dalam daftar negara berpopulasi tertinggi, demikian pula potensi kekayaan alamnya. Suatu posisi yang optimistik, yang tentu saja mungkin tercapai bila Indonesia memiliki pemimpin dan sumber daya manusia yang berkualitas, termasuk sarjana seperti kalian ini,” kata Prof Zain.
Sebagai sarjana dan kelompok terpelajar, Rektor menghimbau pada lulusan agar mampu berperan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Apalagi sebagai sarjana lulusan Pendidikan Tinggi Islam, lebih khusus lagi UIN Maliki Malang.
“Maka SDM yang unggul merupakan prioritas yang harus dikedepankan. Unggul karakternya, unggul intelektualnya dan unggul sosialnya,” jelas Prof Zain dengan penekanan.
Sebagai informasi, 800 wisudawan terdiri atas 563 wisudawan jenjang S1, 217 wisudawan jenjang S2, 19 wisudawan jenjang S3, dan 1 wisudawan Pendidikan Profesi Dokter. Dari 800 wisudawan, 64 persen atau sebanyak 362 orang mendapatkan IPK kategori Cum Laude. (dan/ian)






