Gresik (beritajatim.com)- Ada wisata baru bagi masyarakat Gresik. Yakni, Kebun Percobaan (Buncop) di Departemen Riset Petrokimia Gresik atau PG. Sejak pagi pukul 07.30 WIB, ribuan masyarakat berduyun-duyun datang datang ke tempat tersebut hanya demi memetik buah serta sayuran sendiri layaknya di dataran tinggi.
Buncop ibaratnya wisata baru, karena bisa dijadikan healing masyarakat yang ingin menghilangkan kepenatan selama menjalani rutinitas.
Ada aneka buah dan sayuran yang dijual tidak membuat kantong bolong. Misalnya, buah melon dijual Rp15 ribu per kilogram. Selanjutnya, semangka Rp15 ribu per kilo, terong Rp6 ribu per kilo, kabocha Rp25 ribu per kilo, butternut Rp25 ribu perkilo. Kemudian jagung pulut Rp15 ribu per kilo, bayam dan kangkung Rp1.000 per ikatnya.
Sugiyono (45), salah satu warga asal Perum Bunder Asri Gresik mengatakan, dirinya bersama istri dan anaknya sengaja datang ke buncop ingin merasakan sensasi memetik buah dan sayuran seperti di Batu Malang.
“Buah melonnya beda dengan di pasaran, rasanya manis dan enak. Sayurannya pun fresh karena bisa dipetik sendiri. Ini sangat cocok untuk wisata keluarga,” katanya kepada beritajatim.com, Minggu (21/7/2024).
Ia menambahkan, tahun lalu dirinya bersama keluarga juga datang ke buncop sekalian belanja buah-buahan maupun sayuran. “Saya sengaja mengawali datang lebih pagi. Sebab, jika kesiangan buah-buahan serta sayuran yang ada di area buncop sudah ludes diserbu warga,” imbuhnya.
Buncop yang masuk di lingkup Departemen Riset Petrokimia Gresik memiliki lahan 5 hektar. Di tempat itu, ada berbagai buah-buahan maupun sayuran ditanam lalu dijadikan riset setelah diberi pupuk.
Selain komoditi di atas, area tersebut juga ada ikan, sapi, jagung, dan lain-lain yang masuk kategori hasil pertanian. Di event Petro Agrifood Expo (PAE) 2024 ada 2.300 buah melon yang ditanam, dan paling laris diserbu masyarakat.
“Antusias masyarakat sangat tinggi mengingat buncop di Departemen Riset Petrokimia Gresik berada di tengah kota dengan luas lahan 5 hektar. Masyarakat banyak yang datang karena ingin merasakan sensasi memetik buah dan sayuran sendiri sebelum membeli,” ujar Wardiman Ketua PAE 2024.
Masih menurut Wardiman, sejak pagi masyarakat sudah banyak datang. Mereka tidak ingin kehabisan berburu buah-buahan, khususnya melon yang memiliki rasa manis berbeda dengan buah melon yang dijual di pasaran.
“Dalam waktu kurang dari 1 jam, 2.300 buah melon yang ditanam sudah ludes diserbu warga. Perkilonya kami jual Rp15 ribu,” ungkapnya.
Ia menambahkan, tujuan diselenggarakan PAE 2024 ini memberi sarana edukasi kepada masyarakat terkait dengan agrowisata serta produk Petrokimia Gresik sebelum dipasarkan.
“Selain menggelar wisata petik sendiri, kami juga mengundang pelaku UMKM di sektor pertanian untuk menjual produknya di PAE di setiap tenant. Tahun ini ada 79 tenant dengan peserta 58 orang. Targetnya selama tiga hari ada perputaran uang Rp500 juta,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian (Distan) Gresik, Eko Anindhito Putri menyatakan pihaknya mengapresiasi adanya PAE ini yang dikonsep wisata keluarga. Harapannya, kedepan bisa ditiru oleh lalu dikembangkan layaknya tempat healing keluarga plus ada memetik buah dan sayuran sendiri.
“Potensi ini bisa dikembangkan menjadi edukasi serta wisata bagaimana memperkenalkan produk pertanian. Sehingga, tidak perlu jauh-jauh ke Batu,” pungkasnya. [dny/suf]






