Pasuruan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Pasuruan mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca buruk yang diprediksi akan melanda wilayah setempat selama beberapa hari ke depan. Fenomena alam ini dipicu oleh pergerakan siklon tropis dari Australia yang berdampak pada peningkatan kecepatan angin dan intensitas hujan di wilayah Indonesia Selatan.
Masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra terhadap ancaman pohon tumbang maupun banjir yang mungkin timbul akibat kondisi atmosfer yang tidak stabil. Seluruh instansi terkait telah diinstruksikan untuk bersiaga penuh dalam memantau setiap perkembangan situasi di lapangan.
Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, mengimbau seluruh warga dan pegawai di lingkungan pemerintah daerah untuk lebih berhati-hati dalam beraktivitas pada periode 4 hingga 8 Maret 2026. “Karena ada peningkatan angin kencang dan hujan sedang hingga lebat di sepanjang Indonesia Selatan dikarenakan siklon tropis dari wilayah Australia,” ucapnya yang kerap disapa Mas Rusdi.
Pihak pemerintah daerah juga menekankan pentingnya menjaga keselamatan bagi mereka yang sering bekerja atau bepergian di jalur terbuka dan kawasan perbukitan. Angin kencang yang menyertai hujan lebat dinilai sangat berisiko bagi keselamatan pengguna jalan serta infrastruktur publik.
Bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan, Mas Rusdi meminta agar keselamatan tetap menjadi prioritas utama guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Dirinya menegaskan bahwa kesiapan tanggapan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci dalam meminimalkan dampak bencana.
Guna mendukung percepatan penanganan darurat, Pemerintah Kabupaten Pasuruan telah menyiagakan personel BPBD serta Dinas Bina Marga di titik-titik rawan. “Pemerintah Kabupaten Pasuruan juga terus siaga melalui BPBD, Bina Marga, dan call center 112 yang aktif 24 jam,” tambah Mas Rusdi
Layanan tanggap darurat 112 diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat untuk melaporkan kejadian bencana atau kendala di jalan raya dengan cepat. Koordinasi antar-lembaga terus diperkuat agar setiap laporan yang masuk dapat segera ditindaklanjuti oleh tim reaksi cepat di lapangan.
Kewaspadaan kolektif diharapkan dapat terjaga hingga status peringatan cuaca ekstrem ini dinyatakan berakhir oleh otoritas meteorologi. Melalui persiapan yang matang, diharapkan Kabupaten Pasuruan tetap kondusif dan aman meski berada di bawah pengaruh dinamika cuaca global. (ada/ian)
https://www.youtube.com/watch?v=UOXuILlpr5M






